Featured Video

Selasa, 03 Juli 2012

Al-Qaeda Berencana Ledakkan Pesawat AS Jelang Olimpiade


Ilustrasi (Thinkstock)
London, Rencana aksi teror yang akan dilakukan oleh jaringan Al-Qaeda menjelang Olimpiade 2012 di London, Inggris berhasil dibongkar. Al-Qaeda berencana untuk meledakkan sebuah pesawat komersil milik maskapai Amerika yang mungkin digunakan untuk keperluan Olimpiade, bulan Juli ini.

Diberitakan oleh surat kabar Inggris, Sunday Times, yang mengutip sumber intelijen setempat, rencana aksi teror yang disusun oleh jaringan Al-Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP) ini tidak main-main. Al-Qaeda bahkan telah merekrut seorang pria warga negara Norwegia yang menjadi mualaf dan dilatih untuk melakukan aksi bom bunuh diri di dalam pesawat AS tersebut.

"Warga negara Norwegia yang direkrut tersebut memiliki nama muslim, Abu Abdurrahman. Dia diyakini berusia sekitar 30-an tahun dan seorang 'clean skin', tanpa catatan kriminal sebelumnya," demikian seperti ditulis oleh Sunday Times dan dilansir oleh news.com.au, Selasa (3/7/2012).

"Dia menjadi mualaf pada tahun 2008 dan kemudian menjadi seorang muslim radikal. Dia kemudian diberangkatkan ke Yaman, di mana dia menghabiskan waktu berbulan-bulan di sana untuk menyelesaikan pelatihannya," imbuhnya.

Rencana aksi teror ini memunculkan kekhawatiran di kalangan intelijen Inggris dan AS. Sebabnya, modus perekrutan AQAP kini cenderung menyasar para warga asing demi menghindari kecurigaan saat pemeriksaan petugas keamanan bandara. 

Tindak lanjut pasca pembongkaran rencana teror Al-Qaeda ini, pihak intelijen Inggris meningkatkan kewaspadaan terhadap setiap ancaman-ancaman yang muncul. Terutama ancaman terhadap pergelaran Olimpiade yang akan dimulai pada 27 Juli mendatang.

"Kami mengantisipasi ancaman dalam empat sisi: terorisme, kejahatan terorganisir, gangguan publik dan bencana alam. Kami bekerja secara erat dengan penyelenggara olimpiade dalam menjaga keamanan menyeluruh untuk memastikan setiap orang aman dan selamat," ujar juru bicara Kepolisian Metropolitan London.

 http://news.detik.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar