Featured Video

Rabu, 20 November 2013

Lewat Dominasi, Tiga Gol, dan Satu Gol Kontroversial, Prancis ke Piala Dunia

AFP/Lionel Bonaventure
 Lewat tiga gol, di mana salah satunya kontroversial, dan lawan yang bermain dengan 10 orang, Prancis sukses membalikkan keadaan. Mereka pun terbang ke Brasil tahun depan.

Kendati diwarnai satu kontroversi, Prancis tampil relatif dominan. Setidaknya ada 23 attempts yang mereka lepaskan sepanjang laga, di mana 9 di antaranya tepat sasaran. Sementara Ukraina hanya punya 8 attempts sepanjang laga.

Prancis juga tercatat mendominasi penguasaan bola hingga 69%. Tim besutan Didier Deschamps itu akhirnya menang 3-0 dan lolos ke Piala Dunia berkat aggregat 3-2.

Jalannya Pertandingan

Di Stade de France, Rabu (20/11/2013) dinihari WIB, Prancis yang tertinggal dua gol secara aggregat dari Ukraina langsung menekan sejak awal pertandingan. Mereka beberapa kali menciptakan kemelut di depan gawang Ukraina, namun beberapa kali pula kiper Ukraina, Andriy Pyatov, melakukan penyelamatan bagus.

Paul Pogba dan Karim Benzema mendapatkan peluang di sepuluh menit pertama pertandingan. Namun, sundulan keduanya masih melambung di atas mistar gawang Ukraina.

Prancis akhirnya unggul ketika pertandingan memasuki menit ke-22. Berawal dari sebuah tendangan bebas, bola masih bisa dihalau oleh pertahanan Ukraina. Namun, bola muntah langsung disambar oleh Franck Ribery. Sial bagi Ribery, tendangannya masih bisa dihalau oleh Pyatov.

Bola yang ditepis Pyatov tidak bergulir jauh dan Mamadou Sakho yang berdiri tidak jauh dari bola itu langsung menyambarnya.

Unggul satu gol, Prancis kian trengginas. Pogba sempat mencoba peruntungannya dengan melepaskan tendangan dari luar kotak penalti pada menit ke-26. Namun, tendangannya melambung.

Ukraina membalas. Pada menit ke-29, Yevhen Konoplyanka mendapatkan sebuah kans lewat tendangan dari dalam kotak penalti. Tetapi, tendangannya melenceng tipis.

Prancis kemudian sempat menciptakan gol lewat Karim Benzema. Namun, gol tersebut dianulir lantaran hakim garis menilai Benzema sudah berada dalam posisi offside. Padahal dari tayangan ulang, Benzema onside.

Yang unik, pada menit ke-34 Benzema benar-benar mencetak gol. Dia berdiri di dalam kotak penalti dan menyambar tendangan Mathieu Debuchy yang sempat terbentur. Tendangan Benzema dari jarak dekat itu tidak mampu dihalau Pyatov.

Di sinilah kontroversi terjadi. Siaran ulang kemudian menunjukkan bahwa Benzema sudah berada dalam posisi offside sebelum menceploskan bola ke dalam gawang.

Pada babak kedua, tepatnya di menit ke-47, Ukraina harus bermain dengan 10 orang setelah Yevhen Khacheridi mendapatkan kartu merah (via kartu kuning kedua) akibat melakukan pelanggaran terhadap Ribery.

Kendati bermain dengan 10 orang, Ukraina sempat mendapatkan beberapa peluang bagus. Satu gol dari mereka akan cukup untuk memberikan tekanan pada Prancis. Namun, peluang-peluang Ukraina mentah di tangan kiper Hugo Lloris.

Prancis kemudian memperbesar keunggulan mereka menjadi 3-0 lewat gol kedua Sakho di menit ke-73. Gol bermula dari umpan silang Mathieu Debuchy dari sisi kanan yang salah diantisipasi oleh Gusev. Alih-alih membuang, bola malah mengenai kaki Sakho yang berada di belakangnya.

Sampai wasit meniupkan peluit panjang, tak ada lagi gol tambahan. Saint-Denis bersorak.

Susunan Pemain

Prancis: Lloris, Debuchy (Sagna 78), Varane, Sakho, Evra, Cabaye, Matuidi, Pogba, Valbuena, Ribery, Benzema (Giroud 82).

Ukraina: Pyatov, Khacheridi, Shevchuk, Mandzioek, Rakitskiy, Yarmolenko, Konoplyanka, Rotan, Bezus (Gusev 64), Aparesida, Zozulya (Seleznyov 76).

s

Tidak ada komentar:

Posting Komentar