Featured Video

Selasa, 31 Desember 2013

Butuh Dana Segar? Ini Solusi ala Google

Butuh Dana Segar? Ini Solusi ala Google
Ruang bermain staf kantor Google Jakarta di mezzanine lantai 2 dan ruangan kafetaria di bawahnya. Ruangan ini dilengkapi satu set Nintendo, thread mill dan peralatan olahraga lain. Plus.google.com

Tampaknya, dana segar tak hanya menjadi kebutuhan pekerja di perusahaan biasa. Karyawan Google yang dimanjakan dengan fasilitas mewah dan gaji tinggi konon juga membutuhkan dana macam itu. Karena itulah, menurut sumber di internal Google, perusahaannya akan menambah fasilitas baru: pinjaman dana segar.


Sumber itu mengatakan, raksasa Internet itu telah menanamkan investasi di sebuah startup yang fokus pada pinjaman peer-to-peer, Lending Club, melalui Google Capital. Anak usaha investasi milik Google itu telah menanamkan US$ 125 juta ke Lending Club. Perusahaan ini telah membuka pintu investasi dari lembaga besar, seperti bank dan perusahaan, untuk mengatrol rencana IPO mereka tahun depan.

CEO Lending Club Renauld Laplanche mengatakan perusahaannya tak sedang menjalin kerja sama dengan Google. Namun, ia tak membantah atau mengiyakan tengah menjalin pembicaraan dengan perusahaan sekelas Google. Menurut dia, Lending Club bekerja sama dengan perusahaan besar yang memiliki banyak karyawan dalam penempatan cadangan kas mereka sehingga itu juga mendapat laba satu-dua persen. "Kami juga akan tawarkan pinjaman dengan bunga rendah kepada karyawan mereka. Daripada mereka meminjam lewat kartu kredit atau pinjaman lainnya," ujar LaPlanche, Senin, 23 Desember 2013.

Salah satu juru bicara Google menolak berkomentar soal ini.


Laplanche membayangkan karyawan bisa melunasi pinjaman kartu kredit yang berbunga tinggi dengan dana dari Lending Club atau hanya sekedar meringkas pinjaman ke dalam satu kreditur saja: Lending Club. Mekanisme pembayarannya bisa dilakukan dengan potong gaji. Namun, Lending Club akan mengenakan biaya sebesar 4 persen.
s

Tidak ada komentar:

Posting Komentar