Featured Video

Jumat, 05 Desember 2014

Ponsel Impor Wajib Ber-SNI

Ponsel Impor Wajib Ber-SNI
Ponsel
Direktorat Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen (SPK) Kementerian Perdagangan pagi ini, Kamis (4/12) melakukan kunjungan ke ITC Roxy Mas dalam rangka sosialisasi label dan manual garansi untuk produk telepon seluler, 

Sosialisasi bertujuan memenuhi tanggung jawab penjaminan hak konsumen atas informasi yang benar, jelas, jujur mengenai kondisi barang dan jaminan barang yang dipakai konsumen khususnya produk telepon seluler. Barang-barang tersebut harus berstandar Nasional Indonesia (SNI).

"Kita sudah menetapkan persyaratan teknis bagi pengusaha soal jual beli telepon seluler," kata Dirjen SPK Widodo SH. Diterangkannya, persyaratan tersebut ditetapkan oleh Menteri Kominfo. Sementara persyaratan teknis dengan SNI ditetapkan oleh Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN).

Proses sertifikasi dilaksanakan di Balai Uji berakreditasi ISO  dan diakui oleh Ditjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI). Sertifikat diterbitkan berdasarkan hasil pengujian di balai uji dan evaluasi dokumen di Lembaga Sertifikasi.

"Sertifikasi alat dan perangkat telekomunikasi berdasarkan Permenkominfo No. 18 tahun 2014," lanjutnya. Kemudian, alat dan perangkat telekomunikasi yang telah mendapat sertifikasi wajib dilekatkan label. Masa berlaku sertifikat yakni tiga tahun dan dapat diperpanjang sesuai dengan ketentuan.r