Featured Video

Rabu, 25 Februari 2015

AS Pertanyakan Aturan Soal Smartphone Indonesia

Oik Yusuf/KompasTekno
Beberapa handset yang mendukung 4G LTE dipamerkan dalam acara ulang tahun Indosat, Kamis (20/11/2014).
 Amerika Serikat (AS) "kebakaran jenggot" menghadapi Indonesia yang mensyaratkan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) 40 persen. Mereka pun menekankan agar regulasi tersebut diperlunak.


Regulasi yang dimaksud rencananya diberlakukan mulai 1 Januari 2017 yang akan datang. Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia (Menkominfo) Rudiantara menetapkan bahwa smartphoneimpor yang tidak memenuhi TKDN 40 persen dilarang masuk ke Indonesia.

Saat ini, Badan Perwakilan Dagang AS badan yang menangani negosiasi dagang AS dengan Indonesia tengah membahas masalah TKDN dengan pejabat berwenang serta dalam forum-forum multinasional. Mereka keberatan dengan aturan tersebut.

Kritik terhadap aturan "made in Indonesia" itu, termasuk dari grup bisnis berpengaruh di AS, menyatakan bahwa efeknya bisa meningkatkan biaya serta menyulitkan akses terhadap teknologi.

"AS merasa prihatin dan sangat mendukung kepastian bahwa teknologi informasi dan komunikasi, yang berperan penting pada perkembangan ekonomi dapat diakses secara terbuka di Indonesia," ujar juru bicara kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat di Indonesia, seperti dikutip dariReuters, Selasa (24/2/2015).

Jumlah pengguna smartphoneIndonesia terhitung kurang dari sepertiga total penduduknya. Sementara itu di Tiongkok, pengguna ponsel pintar terhitung sudah 80 persen dari total penduduknya.

Jumlah pengguna di Indonesia memang lebih rendah dari Tiongkok, namun menurut lembaga riset pasar Canalys, justru itu berarti potensi pembelinya masih menggiurkan. Potensi pembeli itulah yang memikat perusahaan raksasa seperti Apple dan Samsung.

Di sisi lain, aturan mengenai TKDN akan menyulitkan perusahaan seperti mereka untuk masuk ke Indonesia yang "haus" smartphonecanggih. Saat aturan tersebut berlaku, mereka hanya punya pilihan untuk membangun pabrik atau mencari rekanan perakitan domestik.

Foxconn, salah satu pemasok utama Apple, tahun lalu sempat berniat mendirikan pabrik khusus ponsel di Indonesia. Namun hingga kini perkembangannya masih lambat.

Sementara itu Samsung dikabarkan telah mulai memproduksi ponsel di Indonesia. Mereka telah membuka pabrik di dekat Jakarta, tahun lalu.k