Featured Video

Kamis, 25 Februari 2016

Grand Syekh Al-Azhar: Binatang Pun tak Berhubungan Sejenis

Grand Syekh Al-Azhar Prof Dr Ahmad Muhammad Ahmad Altayeb melakukan kunjungan ke Majelis Ulama Indonesia (MUI), Senin (22/2).


Grand Syekh Al-Azhar Prof Dr Ahmad Muhammad Ahmad Altayeb mengatakan, lesbian, gay, biseksual, dan transgender termasuk syudzuz jinsiyah wa amradh al-jins(penyimpangan dan penyakit seks). Karena itu, pelaku LGBT harus diobati. 

"Pengobatan itu bagian dari perhatian Islam atas sisi kemanusiaan mereka," kata Grand Syekh di Jakarta, belum lama ini.
Beliau juga mengkritik alibi kelompok pendukung LGBT yang kerap menggunakan isu HAM. Menurutnya, konsep HAM Barat tidak semua kompatibel dengan dimensi kemuliaan kemanusiaan. Sebab, HAM Barat dibangun berdasarkan logika positivistik sains dan cenderung mengabaikan sisi nilai dan etika. 
Karena itu, konsep HAM ada yang sesuai dengan Islam, tapi banyak yang bertentangan. Kasus LGBT termasuk yang bertentangan dengan nilai-nilai kesucian, kehormatan, dan fitrah kemanusiaan.
Beliau pun menganalogikan perilaku LGBT itu pada hewan. Hewan saja tidak pernah melakukan hubungan seks dengan sesama jenis, tapi anehnya Barat melegalkan hubungan sesama jenis manusia dengan alasan HAM. 
"Sungguh tidak manusiawi," kata dia.
Hal serupa diungkap Direktur Pusat Studi Alquran (PSQ) Prof Dr Quraish Shihab dalam wawancara eksklusif Republika di Malang, Rabu (23/2). Mengutip pendapat Grand Syekh, Quraish mengatakan, LGBT merupakan penyakit yang harus diobati. 
"Grand Syekh mengatakan, binatang saja tidak ada yang melakukan pernikahan sejenis. Kalau ada manusia yang melakukan pernikahan sejenis, dia lebih buruk dari binatang," kata Quraish mengutip pernyataan Grand Syekh Al-Azhar. R