Featured Video

Selasa, 05 April 2016

Menuju 'Sirkuitnya Marquez' Usai Serunya Argentina

Menuju Sirkuitnya Marquez Usai Serunya ArgentinaGetty Images/Mirco Lazzari gp
Sejak MotoGP dihelat di Circuit of the Americas, Austin, ada satu nama yang rutin naik podium teratas: Marc Marquez. Akhir pekan ini balapan akan dilangsungkan di "sirkuitnya Marquez" itu.

Austin mulai masuk kalender balap grand prix sejak 2013 lalu. Di tiga kelas yang dilangsungkan, cuma Marquez yang terus-terusan menjadi pemenang dalam setiap gelarannya.

[Baca juga: Marquez Tuntaskan Hat-trick di Austin]

Menjelang balapan di tempat yang sama akhir pekan ini, Marquez juga niscaya berada dalam kondisi psikologis oke setelah rider Repsol Honda itu meraih kemenangan pertamanya musim ini dalam balapan di Argentina lalu.

Di Argentina akhir pekan lalu, Marquez sempat terlibat duel dengan Valentino Rossi dari Movistar Yamaha. Tetapi pada prosesnya Marquez berhasil meluncur lebih dulu ke garis finis.

[Baca juga: Pergantian Motor Jadi Antiklimaks Duel Marquez-Rossi]

Hasil tersebut turut membuat Marquez, yang finis ketiga di MotoGP Qatar, memuncaki klasemen dengan keunggulan delapan poin atas Rossi di posisi dua--dengan Rossi mengoleksi finis keempat dan kedua. Maka Marquez sudah tentu ingin terus berada pada jalur positif tersebut, demi mengamankan posisi teratas klasemen dan juga melanjutkan rentetan positifnya di Austin.

Balapan akhir pekan ini juga langsung memberi peluang buat dua rider Ducati, Andrea Dovizioso dan Andrea Iannone, untuk bangkit setelah insiden super sial di Argentina lalu; ketika Iannone menyenggol Dovizioso sampai jatuh dengan garis finis sudah di depan mata, ketika keduanya berada pada posisi dua dan tiga.


[Mirco Lazzari gp/Getty Images]

Akibat insiden tersebut Dovizioso akhirnya harus puas finis ke-13. Sedangkan Iannone, yang tak finis untuk kali keempat beruntun, dapat satu poin penalti plus penurunan posisi start tiga grid di Austin nanti. Padahal keduanya digadang-gadang bisa menjadi penantang serius untuk rider-rider tim pabrikan Yamaha dan Honda musim ini.

Insiden lain di Argentina lalu dialami oleh rider Suzuki Maverick Vinales, mantan pemenang di Austin pada kelas Moto2. Rider muda itu gagal finis akibat crash ketika tengah berusaha menyaingi Rossi untuk perebutan posisi podium.

Insiden-insiden itu pada prosesnya memberi berkah tersendiri buat Dani Pedrosa yang rekan setim Marquez. Ia berhasil naik podium ketiga, podium pertamanya musim ini, sekaligus mengatrol posisinya ke peringkat tiga klasemen. Keberhasilan Pedrosa itu tidak lepas dari fakta bahwa sang juara bertahan Jorge Lorenzo gagal menambah angka akibat terjatuh sehingga tidak finis.


[Mirco Lazzari gp/Getty Images]

Lorenzo, pemenang seri pertama musim ini, sekarang melorot ke posisi empat klasemen. Dengan raihan 25 poin rider Movistar Yamaha itu ketinggalan dua angka dari Pedrosa, delapan poin dari Rossi, dan 16 angka dari Marquez. Lorenzo pastinya enggan larut dalam kecewa dan langsung membidik hasil lebih baik, kendatipun catatannya di Austin tak bagus-bagus amat: posisi 3 (2013), 10 (2014), dan empat (2015).

Sebagai catatan tambahan, Marquez bukan cuma memenangi ketiga balapan di Austin sejauh ini. Ia juga rutin mencatatkan pole pada tiga balapan, sekaligus membukukan fastest lap pada dua di antaranya--cuma pada 2015 saja dominasi Marquez itu sedikit ternoda, dengan Iannone menorehkan fastest lap.


[Getty Images/Bongarts/Getty Images]

Marquez lagi, atau akhirnya akan ada pemenang baru di MotoGP Austin? Menurut Anda?