Featured Video

Senin, 12 November 2012

Negeri Ini Rusak Karena Orang Brengsek

MENYAMBUT HARI PAHLAWAN

Melorotnya rasa cinta tanah air dewasa ini terjadi karena rasa kebangsaan kian menipis. Akibatnya muncul orang-orang dengan prilaku ‘brengsek’. Mereka itulah yang menghancurkan negara. 


Demikian diungkapkan Jenderal Polisi (Purn) Prof. Awaloeddin Djamin di hadapan ratusan veteran, Gubernur Irwan Prayitno, Walikota Fauzi Bahar, para petinggi TNI/Polri dan undangan lainnya dalam silaturrahmi purnawirawan TNI/Polri DHD 45 dan LVRI dalam rangka peringatan Hari Pahlawan, Sabtu (10/11).
“Prilaku orang-orang brengsek inilah yang menjadikan negara melorot dalam berbagai bidang. Akibatnya muncul beragam prilaku yang tidak semestinya terjadi,” kata Awaloeddin.
Munculnya prilaku brengsek itu mengakibatkan seseorang melakukan apa saja yang dianggapnya benar. Seperti tawuran yang menyebabkan korban jiwa, perampokan, korupsi, gembong narkotika. Prilaku itu memunculkan sifat saparatisme. Ujung-ujungnya mengarah pada perpecahan suku dan agama.

“Nilai sejarah bagi generasi penerus sekarang melemah. Buktinya, mereka bukan memberi pada negara ini, tapi malah mencurinya. Dengan korupsi besar, yang merugikan masyarakat dan negara. Mestinya mereka belajar pada sejarah, bagaimana para pahlawan dulunya membela dan mempertahankan negara ini dari penjajah,” ujar Awaloeddin.
Dijelaskannya, saat ini generasi muda mestinya tidak mempertanyakan apa yang sudah diberikan negara pada mereka, tapi harusnya mereka berpikir, apa yang sudah mereka berikan pada negara ini. Bagi Awaloeddin hakikat ‘Hari Pahlawan’ adalah dengan mengetahui pahlawan-pahlawan di daerah ini.
Lain lagi pendapat Marsda TNI (Purn) Sjaiful Karti Munaf, tentang kondisi di negara saat ini. Menurutnya, hati remaja dewasa ini diselimuti kebosanan, akibatnya apa yang dicita-citakan tidak tercapai.
Gubenur Sumbar, Irwan Prayitno mengatakan tanpa pahlawan, generasi saat ini tidak akan pernah menikmati kebebasan. Karena itu pahlawan patut dijadikan tauladan dalam kehidupan sehari-hari.
Wakil Gubernur, Muslim Kasim menyebutkan, kehadiran para purnawirawan tersebut baru bisa terwujud, padahal sudah lama direncanakan. Mereka diharapkan memberikan motivasi kepada generasi muda, dalam meneruskan nilai-nilai perjuangan para pahlawan. Pahlawan masa sekarang dalam pandangan wagub adalah orang yang mampu memerangi kemiskinan dan memberikan kesejahteraan bagi orang banyak.
Walikota Padang, Fauzi Bahar, mengatakan para pahlawan memiliki jati diri tinggi. Tujuan para veteran dan DHD 45 itu dikumpulkan untuk menghibur mereka dan membangkitkan rasa nasionalisme generasi muda dalam mempertahankan NKRI di masa sekarang.
Sementara, jumlah pejuang asal Sumbar yang sudah menjadi pahlawan nasional 19 orang. Mereka adalah Tuanku Imam Bonjol, M. Natsir, Ilyas Yacoub, H. Agus Salim, Adnan K. Gani, M. Hatta, Sutan Sjahrir, M. Yamin, Abdul Muis, Tan Malaka, Ahmad Husein, Wak Ketok, Rohanas Kudus, Siti Manggopoh. Dr. M. Djamil, Bagindo Aziz Chan, Buya Hamka, Rasuna Said dan Hazairin. 







Tidak ada komentar:

Posting Komentar