Featured Video

Sabtu, 13 April 2013

'Penolakan Miss World Tidak Sekadar Bikini'


Pemenang Miss World 2012 Yu Wenxia dari Cina, dengan runner up Sophie Moulds (kiri) dan Jessica Kahawaty (kanan)

Penolakan terhadap rencana perhelatan kontes kecantikan Miss World terus berlanjut. Suara penentangan terus muncul meski ketika panitia menjanjikan kontes tersebut bebas dari pakaian minimalis bikini.


Masalah utama penolakan ini adalah perbedaan standa nilai bagaimana memandang perempuan. Ajang itu ditolak karena esensinya melombakan perempuan. Apalagi penilaian dalam kontes seperti itu sebatas kecantkan, kecerdasan atau bahkan bentuk tubuh.
Ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas mengungkapkan, kontes seperti itu tidak pantas dilakukan di tengah masyarakat muslim. Kontes kecantikan apapun bentuknya yang menilai perempuan tidak layak dilakukan.
"Penolakan ini bukan soal bikini saja, tapi melombakan perempuan tidak pantas," kata Yunahar pada Republika, Jumat (12/4).
Yunahar menambahkan, keikutsertaan Indonesia dalam ajang seperti ini adalah masalah sendiri. Hal itu adalah budaya barat yang sudah masuk ke Indonesia. Padahal, tidak ada budaya Indonesia seperti itu, kata dia. Perempuan-perempuan itu tidak sadar mereka sudah masuk perangkap budaya populer barat.
"Perempuan dieksploitasi oleh mesin kapitalisme dan mereka tidak sadar," tegas Yunahar. Saat ini, bahkan perempuan hampir selalu digunakan untuk menarik minat masyarakat membeli barang yang ditawarkan. Padahal, tidak semua barang berhubungan dengan perempuan.
"Perempuan memang diciptakan menarik, tapi jangan sampai diperlakukan murahan."
s

Tidak ada komentar:

Posting Komentar