Featured Video

Rabu, 22 Januari 2014

TKI Ini Dihadiahi Mobil Oleh Majikannya di Arab Saudi

Pengusaha Saudi biayai pernikahan TKI. Solikin, diapit oleh Rashid Al-Shallash (kiri) dan Salman Al-Oudah (kanan).


Tidak semua Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi selalu mengalami kisah pilu. Tengok kisah bahagia yang ditorehkan oleh Solikin Abu Ahmed. 

Laman Arab News awal pekan ini memberitakan TKI tersebut diberikan biaya pernikahan dan bahkan dihadiahi sebuah mobil oleh majikannya, seorang pengusaha bernama Rashid Al-Shallash. Sehari-hari Solikin bekerja sebagai sopir pribadi Al-Shallash. 

Belum cukup sampai di situ, Al-Shallash turut membayar seluruh gaji Solikin dan istrinya hingga satu tahun ke depan. Istri Solikin merupakan pramuwisma yang juga bekerja di kediaman Al-Shallash. 

Pengusaha itu juga bersedia menjadi sponsor bagi istri Solikin. Untuk melengkapi kebahagiaan Solikin, Al-Shallash turut mengundang berbagai figur penting di kota Buraidah, termasuk sesama pebisnis dan kaum ulama. Al-Shallash menyiapkan pernikahan lengkap dengan ritual Saudi. 

Tak ayal langkah Al-Shallash ini menuai banyak pujian. Salah satunya datang dari ulama terkenal Salman Al-Oudah. Di mata Al-Oudah apa yang dilakukan Al-Shallash merupakan bentuk perjuangan melawan aksi rasis yang pernah dilakukan oleh sebagian kaum Saudi terhadap pekerja asing. 

Al-Oudah bahkan turut mendorong semua warga Saudi agar bersikap layak dan sopan terhadap pekerja asing yang bekerja dengan mereka, khususnya pramuwisma. Ulama yang juga menjadi Direktur situs berbahasa Arab, Islam Today, itu memiliki sebuah program bertajuk "Wasm" yang bertujuan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan warga asing yang kerap diperlakukan semena-mena oleh kaum Saudi. 

Pujian juga diutarakan, Dekan Kampus College of Business di kota Rabigh, Abdelelah Saaty. 

"Saya sangat bahagia mendengar berita ini. Ini lah yang seharusnya kami lakukan ketika berhadapan dengan pekerja asing. Ini lah yang kami pelajari dari Islam," ungkap Saaty. 

Dia menambahkan, bahwa kaum Saudi yang memperlakukan pekerja secara semena-mena hanya sebagian saja. 

"Mereka tidak mencerminkan masyarakat Saudi sesungguhnya," tegas Saaty. 

Semua kaum Saudi, lanjut Saaty, harus memperlakukan semua orang asing, termasuk mereka yang bukan Muslim secara baik dan sopan. 

"Kami memiliki beberapa contoh dari cara hidup dan pengajaran Nabi Muhammad SAW," ujar Saaty. 

Sesama rekan pebisnis bernama Akbar Batcha, turut memuji kedermawanan Al-Shallash. Dia menyebut semua warga Saudi seharusnya mencontoh sikap Al-Shallash, untuk memperbaiki citra dan reputasi Kerajaan Saudi. 

Di mata Batcha, selama 27 tahun hidupnya di Saudi, baru kali itu dia mendengar sebuah peristiwa yang menginspirasi. Menurut Batcha, sebenarnya masih banuyak lagi warga Saudi yang dermawan seperti Al-Shallash. 

"Sayangnya, kelakuan buruk sekelompok warga Saudi yang kerap menjadi tajuk pemberitaan berbagai media," kata dia. 

s

Tidak ada komentar:

Posting Komentar