Featured Video

Rabu, 19 Maret 2014

Jokowi Bisa Terjegal Prabowo

Hasil survei head to head Jokowi versus Prabowo. (Fotografer - Agustinus Angga)
 Tingginya elektabilitas Joko Widodo atau Jokowi sebagai calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sama sekali tidak menjamin bakal memenangkan Pilpres 9 Juli mendatang.

Meski ajang pemilihan presiden tinggal sekitar empat bulan lagi namun masih sangat memungkinkan bagi lawan-lawan politik PDIP untuk menjegal Jokowi menduduki kursi RI-1.

"Sangat mungkin kalah kalau Jokowi dan PDIP tidak hati-hati. Pilpres yang tinggal empat bulan lagi masih bisa dimanfaatkan untuk mengalahkan Jokowi," kata Direktur Eksekutif Pol-Tracking Institute, Hanta Yuda, saat dihubungi detikcom, Rabu (19/03/2014).

Hanta mengatakan ikhtiar politik akan terus dilakukan capres-capres dan partai-partai lain untuk melawan Jokowi dan PDIP. Lawan-lawan politik Jokowi akan berupaya mendegradasi kekuatan elektabilitas Jokowi. "Begitu pun sebaliknya, Jokowi dan PDIP juga melakukan usaha itu ke lawannya," ujarnya. "Tinggal bagaimana lawan Jokowi mencari titik yang sejajar dengan kekuatan Jokowi agar bisa mengimbangi kekuatan Jokowi," lanjut Hanta.

Ketua Yayasan Indonesia Berdemokrasi ini menilai kekuatan Jokowi saat ini bisa dibilang dua kali lipat kekuatan capres-capres lain. Dengan kondisi yang demikian, kata Hanta, tentunya juga tidak mudah begitu saja untuk menjatuhkan Jokowi.

Hanta menjelaskan ada sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk menjegal laju Jokowi di antaranya memainkan isu-isu. "Bisa soal etika, soal komitmen, soal jabatan gubernur DKI, dan perjanjian Batu Tulis," sebut Hanta.

Namun dalam kaca mata Hanta kalau isu yang dimainkan seputar perjanjian Batu Tulis dengan kubu Prabowo tidak begitu efektif. "Pendukung Jokowi tidak terpengaruh soal Batu Tulis," ucap mantan Presiden Mahasiswa UGM dan Koordinator Pusat BEM se-Indonesia ini.

Jadi, Hanta menegaskan, semua manuver politik yaang dilakukan oleh lawan-lawan Jokowi tergantung pada peluru yang dilontarkan. "Apakah disambut oleh publik atau tidak," jelasnya.
s

Tidak ada komentar:

Posting Komentar