Featured Video

Minggu, 06 April 2014

Kata Orang Papua tentang Sosok Jokowi



Kota Jayapura, Papua menjadi titik terakhir kampanye pemilihan kursi legislatif calon presiden PDI Perjuangan Joko Widodo. Beragam komentar pun mengiringi kedatangan Jokowi di bumi cenderawasih itu. Ada yang mengenal sosok Jokowi, ada pula yang tidak mengenalnya. Ada yang pasti memilih, ada juga yang ragu, bahkan menegaskan tidak memilihnya. 


Maria Wadi Griapon (50), salah satu pedagang tomat di Pasar Youtefa, Abepura, Jayapura, Papua, misalnya. Dia hanya tahu sosok Jokowi melalui media televisi saja karena belum pernah berkunjung ke Papua sebelumnya. Oleh sebab itu, dia merasa penasaran seperti apa rupa Jokowi. 

"Saya baru tahu Jokowi datang tadi pagi. Mau lihat seperti apa dia," ujarnya kepada Kompas.com, beberapa saat sebelum Jokowi datang ke pasar itu, Sabtu (5/4/2014) siang. 

Soal apakah ibu lima anak tersebut akan memilih Jokowi menjadi presiden Indonesia, dia hanya tersenyum. Wanita yang telah berjualan tomat lebih dari 25 tahun di pasar tersebut mengatakan bahwa hal itu tergantung dengan apa yang dibisikkan Tuhan kepada dirinya saat dia masuk di bilik tempat pemungutan suara, Juli 2014 mendatang. 

Berbeda dengan Maria, Linda Sani (45), pengunjung pasar mengaku mengetahui sosok Jokowi meski hanya melalui media masa televisi. Bahkan, ibu asli Jayapura yang salah satu anaknya tengah berkuliah di New Zealand itu tidak ragu lagi menyebutkan siapa calon presiden yang bakal dipilihnya.

"Jokowi sudah tidak ada lawan lagi. Pak Prabowo juga. Kedua orang itu sudah terbukti," ujarnya sembari mengacungkan kedua jari jempolnya. 

Linda mengatakan, alangkah baiknya jika Jokowi dan Prabowo menjadi calon presiden dan calon wakil presiden. Menurutnya, warga Papua membutuhkan sosok yang merakyat seperti Joko Widodo dan sosok yang tegas seperti Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. 

Sementara itu, Simon, penjual buah pinang di pasar terbesar di Papua, mengatakan bahwa dia sama sekali tidak mengenal Jokowi. Di rumahnya, tidak ada televisi. Terlebih, dia tidak dapat membaca. Dia mengaku bakal memilih siapapun calon presidennya asalkan calon tersebut memberikan uang kepada rakyat. 

"Siapapunlah, kalau dia orang buang-buang duit, ah itu sudah, kita pilih dia saja," ujarnya. 

Simon mengaku tidak mengetahui jika membagi-bagikan uang pada saat kampanye dilarang berdasarkan peraturan. 

"Oh, tidak bolehkah? Kalau begitu kasih uang sembunyi-sembunyi memang," lanjutnya sembari memisahkan buah pinang dari batangnya. 

Jokowi sendiri datang ke pasar tersebut pukul 12.25 WITA. Kedatangan Jokowi menarik perhatian ratusan orang di pasar tersebut. Warga, baik pengunjung pasar atau pedagang berebut salam dan berebut berfoto bersama Jokowi.s