Featured Video

Rabu, 02 April 2014

Ridwan Kamil Memilih Bangun Underpass

Ridwan Kamil Memilih Bangun Underpass

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil justru akan membangun underpass di kawasan yang semula akan dibangun jembatan layang.

Menurutnya, jika dibangun jembatan layang di sepanjang Soekarno-Hatta, akan berbenturan dengan program monorel.
"Sepertinya yang akan dibangun di Soekarno Hatta bukan fly over, tapi underpass karena kalau ada fly over maka monorel sulit beroperasi, akan terhalang," ujar Emil, panggilan akrab Ridwan Kamil, kepada Tribun, pekan lalu.
Emil mengaku sudah mengirim surat ke pemerintah pusat agar jembatan layang diganti dengan underpass karena Kota Bandung punya program monorel.
Emil mengatakan pembangunan monorel dan underpass bisa dilakukan bersamaan karena pembangunannya tidak berbenturan, yakni satu di atas satu di bawah.
"Mudah-mudahan tahun 2014 program monorel dan underpass bisa terwujud," ujar Emil.
Untuk mengatasi kemacetan di Kota Bandung, kata Emil, bukan hanya membangun monorel dan underpass, tapi ada bus sekolah, sepeda, bus pariwisata, sky walk, Trans Metro Bandung, dan perbaikan jalan.
"Underpass bisa mengurangi kemacetan secara signifikan karena tak ada lampu merah sehingga kendaraan tidak akan berhenti," ujarnya.
Menurut Emil, pergantian jembatan layang ke underpass tidak memengaruhi pembebasan lahan karena baik lahan yang digunakan underpass maupun jembatan layang objeknya sama.
Dalam rencana pembangunan jangka panjang (RPJP) Kota Bandung sampai tahun 2025 tercantum ada 13 jalan layang, yaitu jalan layang Setiabudhi-Siliwangi, jalan layang Nurtanio-rel kereta api, jalan layang A Yani-rel kereta api, jalan layang Sunda rel kereta api, jalan layang Braga-rel kereta api, jalan layang Arjuna-rel kereta api, jalan layang persimpangan Soekarno Hatta-Buahbatu.
Kemudian jalan layang persimpangan Soekarno Hatta-Ibrahim Adjie, jalan layang persimpangan Soekarno-Hatta-Mohammad Toha, jalan layang persimpangan Soekarno-Hatta-Gedebage Tol Padaleumyi, jalan layang persimpangan Soekarno-Hatta-Cibaduyut, jalan layang persimpangan Soekarno-Hatta-Kopo, dan jalan layang persimpangan Nurtanio-Jalan Abdulrahman Saleh. s