Featured Video

Jumat, 18 Juli 2014

Mengejutkan, Jokowi Keok di "Kandang Banteng"


Calon presiden nomor urut 2, Joko Widodo mengunjungi kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Banten di Kota Serang, Banten, Rabu (16/7/2014). Menurut hasil hitung cepat Kompas pada Pemilu Presiden 2014, pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo - Jusuf Kalla unggul dengan perolehan suara 52,34 persen.


Prediksi bahwa pasangan calon presiden-calon wakil presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla akan menang mutlak di Kota Probolinggo meleset total. Kota Probolinggo dari dulu dikenal sebagai basis PDI Perjuangan. 


PDI Perjuangan pemenang Pemilu 2009 dan 2014, berhasil mengantarkan HM Buchori menjadi Wali Kota dua periode, serta sukses menjadikan Hj Rukmini sebagai Wali Kota 2014-2019. 

Namun, berdasarkan rekapitulasi suara di KPU, Jumat (18/7/2014), ternyata pasangan Prabowo-Hatta yang memenangi suara warga Kota Probolinggo. Prabowo-Hatta meraih 69.112 suara, sementara Jokowi-JK meraup 58.149 suara. Padahal, tim sukses Jokowi menargetkan raihan 70 persen suara. 

"Alhamdulillah pasangan Prabowo-Hatta menang di Kota Probolinggo. Insya Allah kita menang, dan menunggu hasil rekapitulasi secara nasional tanggal 22 Juli yang akan datang," kata Nasir, saksi tim pemenangan Prabowo-Hatta. 

Menurut Nasir, pasangan Prabowo-Hatta adalah calon presiden dan wakil presiden yang mempuyai visi-misi tegas untuk memimpin bangsa dan negara. "Ya kita tunggu, hasil finalnya nanti. Saya optimis Prabowo-Hatta akan menang mengungguli Jokowi-JK," kata dia lagi. 

Sementara itu, Ketua DPD Nasdem Kota Probolinggo Zufikar Imawan mengatakan, faktor kampanye hitam mempengaruhi hasil perolehan suara Jokowi-JK. Kampanye hitam tersebut sukses membuat pemilih yang awalnya akan memilih Jokowi beralih ke Prabowo. 

Sementara itu, seorang PNS yang bekerja di lingkungan Sekretariat Pemkot Probolinggo mengatakan, dia lebih memilih Prabowo karena janjinya kepada PNS jelas, seperti melanjutkan program Presiden SBY yang berkomitmen meningkatkan gaji PNS secara berkala.

"Prabowo enak ke PNS, Jokowi tidak," kata dia. "Kalau kalah di Kabupaten Probolinggo, gak masalah. Ini loh Kota Probolinggo, 'kandang Banteng'. Kok bisa Jokowi kalah? Mungkin untuk pilpres ini faktor figur capres yang berpengaruh. Padahal tim Jokowi lebih giat bergerak dan bekerja," ujar salah satu PNS yang enggan disebut namanya.k