Featured Video

Jumat, 18 Juli 2014

UEFA Ubah Aturan Kartu Kuning untuk Liga Champions dan Liga Europa

Gelandang Real Madrid, Xabi Alonso (kanan), berebut bola dengan bek Borussia Dortmund, Neven Subotic, pada pertandingan leg pertama semifinal Liga Champions, di Signal Iduna Park, Rabu (24/4/2013).


Badan tertinggi sepak bola Eropa, UEFA, mengubah peraturan mengenai kartu kuning untuk Liga Champions dan Liga Europa. Perubahan tersebut akan membuat para pemain yang sudah terkena hukuman memiliki peluang yang jauh lebih besar bisa bermain di final.


Gelandang Real Madrid, Xabi Alonso, merupakan korban terakhir dari ketatnya aturan kartu kuning. Pada final Liga Champions musim lalu di Lisabon, dia tak bisa membela Real Madrid setelah menerima kartu kuning ketiga dalam laga semifinal melawan Bayern Muenchen.

Pemain internasional Spanyol itu bergabung dengan sejumlah pemain top lainnya yang juga pernah tak bisa bermain di final karena mendapat kartu kuning di semifinal, yakni Roy Keane dan Paul Scholes. Dua nama terakhir ini hanya bisa menyaksikan aksi heroik rekan-rekannya di final Liga Champions 1999 ketika mereka secara dramatis menang 2-1 atas Bayern.

Situasi itu pun dihadapi pemain Chelsea, Branislav Ivanovic, Ramires dan Raul Meireles serta pemain Bayern, David Alaba, Holger Badstuber dan Luis Gustavo yang absen di final Liga Champions 2012. Mereka tak bisa bermain karena menerima kartu kuning di laga sebelumnya.

Nah, hal seperti ini kemungkinan kecil terulang lagi. Pasalnya, UEFA mengatakan bahwa semua kartu kuning akan dihapus setelah babak perempat final. 

"Menyusul rekomendasi Komite Kompetisi Klub UEFA - supaya mengimplementasikannya ke dalam kompetisi klub UEFA aturan yang sudah berlaku di Kejuaraan Sepak Bola Eropa - maka Emergency Panel memutuskan bahwa pada musim ini, semua kartu kuning dari babak penyisihan grup akan dihapus ketika selesai perempat final," demikian bunyi pernyataan.

"Karena itu, semua kartu tidak berlaku untuk semifinal."k