Featured Video

Rabu, 13 Agustus 2014

BBM Langka, Setengah Botol Bensin di Kefamenanu Dihargai Rp 10.000



Bensin eceran milik Ansel yang dijual di pingir jalan dekat Taman Kota Kefamenanu
 Akibat kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bensin di Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, selama dua pekan terakhir, harga setengah botol bensin di pedagang eceran menjadi Rp 10.000.

Menurut Ansel, pedagang bensin eceran di seputaran taman Kota Kefamenanu, para pedagang eceran mematok harga tinggi untuk seliter bensin itu karena kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak itu.

“Hari ini saya beruntung karena bisa dapat satu jeriken bensin ukuran 35 liter. Padahal, biasanya kalau stok bensin normal sehari bisa dapat tiga jeriken. Hari ini yang dapat bensin hanya saya sendiri, sedangkan teman penjual bensin eceran yang lain tidak dapat sama sekali sehingga saya kasih naik harga,” tutur Ansel, Selasa (12/8/2014).

Ansel mengaku mengantre di dekat Stasiun Pengisian bahan Bakar Umum (SPBU) Naesleu sejak pukul 06.00 Wita untuk bisa mendapatkan bensin jualannya. Itu pun, dia baru bisa mendapatkan 35 liter bensin pada pukul 13.30 Wita dan harus terlebih dahulu bernegosiasi dengan calo bensin di pom bensin itu.

Negosiasi tersebut, aku Ansel, juga turut mempengaruhi harga jual eceran bensinnya. Dia mengaku memberi uang antara Rp 20.000 sampai Rp 50.000 per jeriken setiap kali berupaya mendapatkan bensin di SPBU tersebut.

”Kami mau isi bensin pakai jeriken tapi dilarang petugas SPBU. Mau isi bensin dengan menggunakan motor tangki besar tetapi kami tidak punya motor karena itu kami harus beli di calo dengan harga yang cukup mahal,” kilah Ansel.

Pengawas SPBU Naesleu, Vinsensius Tanekan, mengatakan kuota8 bensin dari Pertamina Kupang dan Atapupu ke pom bensinnya sangat terbatas. Menurut dia pasokan tersebut tak bisa mengimbangi kebutuhan pelanggannya. "Kami hanya dikasih 15 ton (liter) bensin yang tak akan cukup untuk melayani pembeli yang membludak setiap hari," kata dia, Selasa.k