Featured Video

Rabu, 13 Agustus 2014

Dua Begonia Baru dari Sulawesi, Berambut Merah dan "Bermarga" Siregar

Wisnu Handoyo Ardi
Begonia gambutensis
SDua spesies bunga begonia baru ditemukan di Sulawesi. Temuan spesies ini menunjukkan betapa Sulawesi kaya akan biodiversitas yang belum terkesplorasi.

Begonia baru tersebut ditemukan lewat riset kerjasama antara Kebun Raya Bogor dan Royal Botanic Garden. Salah satu peneliti Indonesia yang terlibat dalam riset yang membuahkan penemuan itu adalah Wisnu Handoyo Ardi.

Ada dua jenis yang berhasil diungkap. Salah satunya adalah Begonia gambutensis. Bunga ini, sesuai namanya, dikoleksi dari Gunung Gambuta.

Begonia gambutensis memiliki kekhasan berupa warna rambut-rambut halus yang terdapat pada batang dan daunnya. "Bagian vegetatif bunga ini ditutup rapat oleh rambut-rambut halus yang berwarna crimson (merah)," kata Wisnu.

Ciri khas lainnya adalah susunan perbungaan jantan yang kompleks disertai percabangan serta tenda bunga betina yang berbentuk telur terbalik.

Wisnu Handoyo ArdiBunga betina Begonia gambutensis

Selain itu, ada pula begonia yang "bermarga" Siregar, Begonia siregarii. Spesies bunga ini ditemukan di Tana Toraja. Nama tanaman setinggi 1 meter ini diambil dari nama Kepala Kebun raya Bogor periode 2009-2014, Mustaid Siregar.

Begonia siregarii, kata Wisnu, memiliki kemiripan dengan jenis begonia lain, yakni Begonia prionota.

"Jenis ini berbeda pada karakter tepian daunnya," kata Wisnu lewat surat elektronik kepadaKompas.com, Selasa (12/8/2014). Begonia siregarii punya tepian daun yang rata hingga bergerigi halus.

Begonia dari wilayah yang terkenal dengan kopinya yang nikmat itu juga punya tangkai perbungaan betina yang lebih panjang dan tepian tenda bunga betina yang rata.

Wisnu Handoyo ArdiBegonia siregarii

Penemuan dua jenis begonia itu dipublikasikan di Edinburg Journal of Botany pada Juli 2014. Dua spesies tersebut sebenarnya sudah menjadi koleksi Kebun Raya Bali sejak tahun 2008. Namun, Wisnu dan rekannya baru dapat mengidentifikasinya baru-baru ini.

Tahun 2009, sebelum memulai ekspedisi ke Sulawesi, Wisnu melihat koleksi begonia yang sudah ada di Kebun Raya Bali.

Saat itu, ia dan rekannya, Daniel C. Thomas, sudah menduga bahwa dua jenis bunga yang dipublikasikan kali ini merupakan spesies baru. "Hanya saja saat itu spesimen belum berbunga sehingga belum dapat diidentifikasi," kata Wisnu.

Tahun 2013, ketika kembali mengunjungi Kebun Raya Bali, Wisnu dan Thomas menjumpai spesimen yang dimaksud sudah berbunga, Identifikasi pun dilakukan.

Begonia gambutensis dikoleksi oleh tim Kebun Raya Bali pada tahun 2008. SementaraBegonia siregarii dikoleksi sendiri oleh Mustaid Siregar dari Toraja pada tahun yang sama.

Begonia dari Sulawesi memiliki keunikan karena perbungaan jantannya yang memayung, berbeda dengan  Sumatera dan Jawa yang majemuk berbatas.

Wisnu menambahkan, "Begonia dari Sulawesi juga umumnya endemik. Begonia yang terdapat di Gunung Gambuta, hanya terdapat di tempat itu, tidak ada di wilayah lain." Kekayaan itu mesti dijaga.

Inventarisasi keragaman begonia di Sulawesi pada tahun 2009 dan riset terkait hingga kini telah membuahkan belasan spesies baru.

Tahun 2007, jumlah begonia di Sulawesi yang diketahui hanya 30 jenis. Kini, jumlahnya bertambah menjadi 45 jenis. Jenis-jenis begonia mungkin lebih banyak dari yang diduga. Eksplorasi lebih lanjut mungkin dapat menambah jumlahnya.k