Featured Video

Jumat, 08 Agustus 2014

Fakta Baru Kematian Mendadak Artis Hollywood

Penyebab kematian Brittany Murphy masih jadi sorotan
 20 Desember 2009 lalu, dunia hiburan Hollywood dikejutkan dengan kabar duka. Brittany Murphy ditemukan tewas tak bernyawa di kediamannya. Brittany meninggal dalam usia 32 tahun.


Kematian mendadak bintang Clueless ini sempat menimbulkan berbagai spekulasi. Brittany dikabarkan tewas, karena menderita sakit mental, menelan obat-obatan terlarang, atau menderita kelainan pola makan. 

Berdasarkan laporan hasil autopsi, Brittany dinyatakan meninggal akibat pneumonia akut dan anemia. 

Namun, ayah Brittany, Angelo Bertolotti tidak percaya begitu saja. Ia melakukan penyelidikan sendiri atas kematian putrinya tersebut.

Dari hasil penyelidikan itu ditemukan, artis berambut pirang ini tidak mati karena sebab-sebab alamiah. Di dalam tubuh Brittany, terdapat kandungan 10 logam berat.

Kandungan logam itu biasanya ditemukan di sebagian besar rodentisida dan insektisida. Temuan inilah yang membuat keluarga dan para ahli yakin Brittany meninggal setelah diberi racun tikus.

Namun, seorang ahli Patologi, Dr Richard Shepherd ikut angkat bicara soal kematian mantan kekasih Ashton Kutcher ini. Shepherd pernah terlibat dalam penyelidikan kematian Putri Diana. 

Shepherd menyatakan, nyawa Brittany mungkin bisa diselamatkan jika ia segera dibawa ke dokter. 

"Pada saat Brittany jatuh di kamar mandinya, mungkin tak ada petugas rumah sakit yang bisa menyelamatkannya. Tetapi, seandainya ia dibawa ke rumah sakit 24 jam sebelumnya, ia akan diberikan obat intravena. Ada kesempatan, ia bisa bertahan dam masih akan ada di sini hari ini," katanya seperti dikutip dari Daily Mail

Patologi itu tidak mengatakan itu disengaja, juga tidak langsung menyalahkan ibunda Brittany.

Dalam film dokumen detik-detik kematian Brittany dijelaskan, pihak keluarga mungkin tidak menyadari betapa sakit dan tersiksanya Brittany, karena kecanduan obat resep dan berada dalam kondisi dibius.

"Itu mungkin yang menjadi alasan mengapa mereka tidak memanggil ambulans," ujarnya. 

Menurutnya, menjelang kematiannya, Brittany mencampur obat resep, termasuk anti-depresan, obat penenang dan obat anti kecemasan. Selain itu, ia juga mengkonsumsi obat batuk untuk meringankan gejala sesak dadanya.

Hal itulah yang diduga telah menyebabkan Brittany merenggang nyawa. 
"Obat memiliki efek yang sangat menguntungkan, tetapi mereka juga mempunyai efek samping. Dan, mencampur mereka bersama-sma menjadi efek samping dan menjadi mematikan," ungkap Shepherd.