Featured Video

Selasa, 02 September 2014

Dari Mana Saja Asal Kaum Militan ISIS di Suriah?


YouTube
Wartawan AS James Foley dengan eskekutornya yang bertopeng. Foley telah hilang sejak dia ditangkap di Suriah pada November 2012. Namun sebuah video terbaru yang dirilis ISIS menunjukkan Foley dipenggal setelah Presiden Obama memerintahkan serangan udara terhadap posisi kelompok militan itu di Irak utara pada awal Agustus ini.
Selasa, 2 September 2014 | 09:34 WIB
Sekitar 11.000 orang dari 25 negara di dunia telah datang ke Suriah untuk berperang melawan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad. Mereka kemudian bergabung dalam kelompok Negara Islam atau yang selama ini lebih dikenal dengan nama ISIS.


Demikian data yang dikompilasi CNN dari berbagai laporannya dan dari data Pew Research Center.CNN melaporkan, dari jumlah itu, beberapa di antaranya telah kembali ke negara asal mereka.

Dari Indonesia, sebanyak 30-60 orang telah menjadi anggota ISIS di Suriah.

Berdasarkan data di atas, penyumbang anggota ISIS terbesar adalah Tunisia dengan jumlah sekitar 3.000 orang, disusul Arab Saudi dengan 2.500 orang, Maroko 1.500 orang, Rusia 800 orang, dan Perancis 700 orang. Orang-orang itu awalnya bersekutu dengan berbagai faksi yang berbeda di Suriah, dan kadang-kadang mengubah loyalitasnya ketika kelompok-kelompok itu bergabung, atau membubarkan diri, atau mengubah aliansi.

Umumnya, anggota-anggota militan datang dari negara-negara dengan populasi Muslim yang besar. Semakin besar populasinya, semakin banyak pula yang datang dari negara itu. Namun, di negara seperti Indonesia, dengan total populasi Muslim mencapai 204 juta orang, hanya terdapat 30-60 orang yang menjadi anggota ISIS atau 0,00003 persen dari total populasi. Aljazair dengan populasi Muslim sekitar 34 juta orang hanya memiliki 200 militan ISIS atau sekitar 0,000575 persen dari populasi.

Bahkan, negara-negara yang lebih dekat dengan lokasi konflik, seperti Turki (74 juta Muslim) dan Maroko (32 juta Muslim), hanya memiliki jumlah anggota ISIS yang relatif sedikit. Adapun negara seperti Pakistan, India, dan Banglades, yang juga besar dalam hal populasi Muslim, belum mengeluarkan perkiraan resmi tentang berapa banyak warganya, jika ada, yang telah berangkat ke Suriah.

Negara-negara dengan persentase tertinggi terkait asal kaum militan, jika dibanding dengan populasi Muslim di negara itu, adalah Finlandia dengan 0,071 persen, lalu Irlandia 0,07 persen, Australia 0,06 persen, Denmark 0,044 persen, dan Belgia 0,039 persen.

Di Finlandia dan Irlandia, satu dari setiap 1.400 Muslim menjadi anggota ISIS di Suriah. Di Inggris, perbandingannya adalah satu dalam setiap 6.000 orang, dan di Perancis adalah satu dalam setiap 6.666 Muslim. Sementara itu di Belanda, angkanya satu dalam setiap 7.700 orang. Di AS, angkanya lebih rendah lagi, yaitu satu dalam setiap 25.000 Muslim. Sementara itu, jumlah anggota ISIS asal AS di Suriah lebih kurang 100 orang.k

Tidak ada komentar:

Posting Komentar