Featured Video

Minggu, 11 Januari 2015

Lima Tahun Ke Depan, Tidak Ada Lagi Carrefour di Indonesia



Carrefour
Pengusaha Chairul Tanjung berencana menghapus jejak gerai Carrefour, peritel asal Prancis, secara bertahap dalam kurun waktu lima tahun setelah berhasil menguasai 100 persen saham perusahaan tersebut yang juga dilakukan secara bertahap.
"Saham Carrefour Indonesia secara bertahap telah kita kuasai yakni 40 persen pada tahun 2010 serta 60 persen pada tahun 2012," kata Senior Manager Marketing dan Customer Engagement PT Trans Retail Indonesia (Carrefour), Indira Manoppo, di Tangerang, Sabtu.
Menurut dia, sudah ada empat gerai yang namanya sekarang menjadi Transmart Carrefour. Nanti lambat laun semuanya akan diganti dengan Transmart saja, tidak pakai nama Carrefour.
"Kita berkomitmen dalam lima tahun kedepan tidak ada lagi Carrefour di Indonesia," ujar Indira.
Indira menjelaskan pergantian nama tersebut dilakukan untuk menunjukkan bahwa Carrefour merupakan gerai ritel nasional. Pasalnya, grup usaha milik pengusaha Chairul Tanjung (CT) yaitu CT Corp berhasil menguasai 100 persen saham Carrefour Indonesia.
Seperti diketahui pada tahun 2010, CT Corp membeli 40 persen saham Carrefour dengan nilai sekitar USD 300 juta (Rp 3,75 triliun dengan kurs Rp 12.500 per dolar AS), lalu pada tahun 2012 CT Corp kembali mengakuisisi saham yang tersisa sebanyak 60 persen dengan harga pembelian USD 750 juta (Rp 9,3 triliun). Jika dijumlahkan pengusaha dana untuk menguasai Carrefour Indonesia mencapai Rp 13,1 triliun.
Saat ini Carrefour telah memiliki 89 gerai di seluruh Indonesia, dimana empat diantaranya bernama Transmart Carrefour. Indira mengaku Carrefour akan terus berupaya menambah gerai seiring dengan pertumbuhan ekonomi di beberapa kota.
"Tahun 2015 ini, kita berencana akan menambah 10-15 gerai lagi, semuanya diluar Jabodetabek. Itu karena banyak kota-kota baru yang sedang tumbuh," ungkapnya.r