Featured Video

Rabu, 11 Maret 2015

Butuh Uang untuk Beli Susu Anak, Budi Nekat Curi Motor Polisi



 -- Budi Eko Siraj (35), warga Jalan Kedung Cowek III, Surabaya, benar-benar nekat mencuri motor milik anggota polisi, Kholili (40). Akibatnya Budi harus berhadapan dengan korban saat beraksi di Jalan Kedinding Lor Gang Palem III.

Modus operandi pencuriannya cukup unik. Budi mengaku sempat berkeliling di sekitar rumah korban naik motor Jet-Fi bernomor polisi L 6188 TX. Setelah melihat motor terparkir di teras rumah korban, tersangka memarkir motornya di Gang Palem II.
“Motor saya parkir di pinggir jalan. Dari situ saya jalan ke rumah korban,” kata Budi kepada SURYA, Minggu (8/3/2015).
Sebelum masuk teras rumah, Budi memastikan dulu rumah tersebut ada penghuninya atau tidak. Budi mengetuk pintu pagar rumah korban. Karena tidak ada respons, Budi langsung masuk teras rumah. Budi lantas merusak kunci motor Beat dengan nomor polisi L 5261 SJ.
Aksi Budi sukses. Motor warna perpaduan merah dan hitam itu dituntun keluar rumah. Tapi sebelum mencapai pagar, korban mengetahui tersangka berusaha melarikan motornya. Korban langsung berteriak ke arah korban.
Mendengar teriakan itu, tersangka langsung melarikan diri. Tidak ingin si maling lolos, Kholili mengejar tersangka. Saat itulah teman korban yang juga anggota polisi keluar rumah.
Teman korban memaksa tersangka berhenti sambil meletuskan tembakan peringatan. Satu tembakan terpaksa disarangkan ke kaki tersangka.
“Saya butuh uang untuk membeli susu anak,” kata Budi.
Bukan sekali ini Budi mencuri motor. Budi mengaku pernah mencuri motor Vario dengan nomor polisi L 6897 FX di Jalan Kalilom Lor III. Kapolsek Kenjeran, Kompol Ridwan, menyatakan, modus tersangka saat beraksi di Jalan Kalilom sama dengan saat beraksi di Jalan Kedingding Lor.
Menurutnya, tersangka langsung membawa pulang motor hasil curian ke rumah. Setelah itu tersangka kembali ke tempat motornya diparkir. Motor hasil curian itu dijual ke Madura seharga Rp 3 juta. “Tersangka mengaku baru sekali menjual motor curian,” kata Ridwan. k