Featured Video

Jumat, 27 Maret 2015

Ladang Akik "Lavender" Ditutup, Warga Gigit Jari


Penutupan tambang batu akik di Sukoharjo, Jawa Tengah, membuat warga di sekitar lokasi gigit jari. Pasalnya, penutupan tersebut membuat harapan warga sirna untuk mendapatkan penghasilan tambahan. 


Salah satu warga mengaku mendapat penghasilan Rp 1 juta meski baru satu minggu menjadi penambang dadakan. Polisi terpaksa memasang garis polisi di area penambangan karena pertimbangan keselamatan warga dan ancaman erosi apabila terus dieksploitasi. 

Garis polisi masih terpasang di lereng Gunung Bapang, Dusun Ngemplak, Kecamatan Bulu, Sukoharjo, Jawa Tengah(baca selengkapnya: Ada Ladang Akik "Lavender" di Sukoharjo, Polisi Bergegas Pasangi Garis). Tampak beberapa warga juga masih bergerombol di sekitar lereng untuk sekedar ingin tahu lokasi penemuan ladang batu akik Calchedony Lavender tersebut. 

Salah satu warga bernama Wanto, menceritakan bahwa penutupan ladang akik tersebut membuat dirinya kecewa. Wanto sudah seminggu mencari batu akik di lokasi tersebut. Dirinya sudah mendapatkan hasil cukup lumayan. 

"Ya sebetulnya kecewa juga Mas, lumayan sudah dapat kira kira satu juta, dan beberapa bongkah batu," katanya, Jumat (27/3/2015). 

Tidak hanya Wanto, beberapa warga yang berharap penghasilan tambahan dari penemuan ladang ini harus mengurungkan niatnya. Warga sekitar mengaku lebih mengetahui lokasi gunung tersebut apabila yang ditakutkan kepolisian adalah bahaya longsor. 

"Sebetulnya kita tahu bahayanya, longsor, tapi kita juga tahu daerah mana yang digali tapi tidak mungkin longsor," kata Wanto. 

Wanto bahkan menceritakan apabila kita selesai menambang, kita timbun lagi dengan tanah atau batu batuan. Namun Wanto sadar, tidak semua penambang berasal dari daerah sekitar lokasi, sehingga tidak ada yang mengontrol. 

Seperti diketahui, ladang akik di Sukoharjo ini ditemukan oleh pencari pakan ternak dua minggu yang lalu. Setelah itu, banyak pemburu akik datang untuk menambang. 

Karena lokasi berada di lereng gunung dengan kemiringan sekitar 45 derajat, pihak Polres Sukoharjo memasang garis polisi dan melarang warga untuk menambang dengan pertimbangan keselamatan warga. Selain itu, penambangan yang terlalu banyak akan menyebabkan longsor. 

"Kita lakukan patroli di sekitar lokasi untuk mengingatkan warga agar tidak naik ke gunung," kata AKBP Andy Rifai, Kapolres Sukoharjo, beberapa waktu lalu.k