Featured Video

Senin, 22 Juni 2015

Cerita Rio Haryanto Juara GP2 dengan Mobil Rusak

Cerita Rio Haryanto Juara GP2 dengan Mobil Rusak

Balapan di Monaco pada akhir Mei lalu bak mimpi buruk buat pembalap GP2 Indonesia, Rio Haryanto. Kebahagiaannya pun meledak setelah merebut juara GP Austria yang berlangsung akhir pekan lalu.


Rio memang sama sekali gagal mendulang poin di Monaco setelah hanya finis di posisi 16 dan retired pada balapan kedua. Namun, semua dibayar tuntas saat tampil di Red Bull Ring.

Pria 22 tahun itu berhasil menduduki posisi tujuh pada feature race, lalu berhasil menjadi yang tercepat pada balapan sprint race Minggu kemarin, 21 Juni 2015.

"YESSSS!! P1. Juara satu di sprint race Austria. Terima kasih tim, sponsor, sahabat, dan semua dukungan-dukungan dari Indonesia!" tulis Rio dalam akun Twitter-nya.

Kondisi mobil Rio sebenarnya kurang sempurna pada balapan kemarin, setelah mobil Campos Racing yang dibetotnya menyenggol mobil Artem Markelov membuat sayap depannya rusak.

Markelov melakukan manuver di tikungan 3 dan coba memotong jalur Rio, yang saat itu sudah memimpin balapan. "Saya bisa menghindar di saat terakhir. Saya coba memotong balik, tapi kami mengalami senggolan dan itu merusak sayap depan saya," ujar Rio dalam situs resmi GP2.

"Setelah itu, mobil terus mengalami masalah understeer. Saya tidak menyerah. Saya mencoba melakukan yang terbaik. Bisa meraih kemenangan kedua begitu luar biasa," tutur pria asli Solo, Jawa Tengah, tersebut.

Balapan GP2 akan berlanjut ke sirkuit Silverstone, Inggris, yang bakal berlangsung 4 dan 5 Juli 2015. Meski sulit, sirkuit ini salah satu favorit Rio, karena kerap berbuah podium.

"Silverstone adalah salah satu trek yang paling berat untuk ban. Saya ada di peringkat kedua dua tahun lalu di sprint race, jadi saya sudah tidak sabar. Saya pikir kami memiliki peluang bagus untuk mendapatkan beberapa poin di sana," kata Rio.v