Featured Video

Selasa, 09 Juni 2015

Dikira Simbol Yahudi Ternyata Simbol Budaya Minang Sesuai ABS-SBK


simbol-yahudi-di-masjid-raya-sumbar




Kehebohan Netizen di jejaring sosial media akhirnya terjawab sudah. Simbol yang selama ini dikira simbol Yahudi ternyata Simbol budaya minang sesuai ABS-SBK yang berada di Masjid Raya Sumatera Barat.
Hal ini sesuai dengan pernyataan Ketua LKAAM Sumbar Drs. M. Sayuti, Rajo Pangulu bahwa simbol yang selama ini dikira simbol Yahudi ternyata Simbol budaya minang sesuai ABS-SBK.
“Ketika perencanaan kontruksi bangunan Masjid Raya Sumbar pada era kepemimpinan Pak Gamawan, persoalan ornamen ini sudah dibahas bersama LKAAM, MUI dan pihak konsultan dan itu tidak jadi masalah karena ornamen tersebut adalah simbol budaya minangkabau berdasarkan ABS-SBK,” sebagaimana disampaikan Ketua LKAAM Sumbar Drs. M. Sayuti, Rajo Pangulu sebagaimana dikutip serambiminang.com dari MinangkabauNews, Minggu, 31 Mei 2015
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua MUI Sumbar Syamsul Bachri Khatib bahwa desain ornamen dikira simbol Yahudi ternyata Simbol budaya minang sesuai ABS-SBK yang berada di Masjid Raya Sumatera Barat berupa rukun iman.
Berikut adalah penjelasan dari Syamsul Bachri sebagai ketua MUI SUmbar dan Sayuti Datuk Rajo Pangulu tentang makna daripada lambang yang ada pada Masjid Raya Sumbar tersebut. Berikut rincian lambang pada Masjid raya sumbar yang Dikira Simbol Yahudi Ternyata Simbol Budaya Minang Sesuai ABS-SBK:
1. Lambang bersegi dua belas merupakan lambang sinar Matahari dengan dua belas rumpun berkas sinarnya yang ada di Sumbar
2. Gambar berbentuk kursi sebagai tempat meletakkan Al Quran dan diatasnya ada persegi empat yang melambangkan kato nan ampek , urang nan ampek jinih
3. Lambang segitiga melambangkan tigo tungku sajarangangan atau tigo tali sapilin yang melambangkan alim ulama, ninik mamak, dan cadiak pandai dalam filosofi adat Minangkabau
4. Lambang segienam sebagai lambang rukun iman dengan maksud agar pemilik kepentingan harus memiliki iman di dadanya.
5. Kubah masjid bergonjong empat seperti kain adalah simbol kain pengangkat hajar aswat yang dilakukan oleh Rasulullah dalam mendamaikan suku Quraisy.Sm