Featured Video

Rabu, 10 Juni 2015

Google: Otak Manusia Akan Langsung Terhubung ke Internet

francescoocchetta.itIlustrasi cyborg
Bayangkan mengakses Wikipedia atau mengirim e-mail langsung dari dalam pikiran. Itulah yang bakal terwujud dalam waktu beberapa tahun ke depan, menurut direktur teknis Google yang juga seorang futuris, Ray Kurzweil.


"Pikiran kita akan menjadi gabungan antara pemikiran biologis dan non-biologis," katanya saat berbicara dalam konferensi Exponential Finance minggu lalu, sebagaimana dirangkum dari Business Insider, Selasa (9/6/2015).

"Kita secara bertahap akan bergabung (dengan mesin) dan meningkatkan kualitas diri kita. Menurut pandangan saya, inilah sifat alami manusia, kita selalu berupaya menembus batas," lanjut Kurzwell ketika itu.

Dia meramalkan bahwa penggabungan antara manusia dengan mesin bakal mulai terjadi pada 15 tahun ke depan. Dengan bantuan nanobot yang terbuat dari untaian DNA, Kurzweil mengatakan pikiran manusia akan bisa terhubung ke jejaring cloud.

Aneka konten, seperti e-mail dan video pun bisa langsung diteruskan ke otak. Sementara hal-hal lain seperti melakukan "backup" pikiran dan ingatan juga dapat terwujud.

"(Nanobot) akan masuk ke dalam otak kita melalui pembuluh darah kapiler dan menyambungkan neocortex kita ke neocortex sintetis di cloud," kata Kurzweil.

Entah bayangan Kurzweil di atas bakal menjadi kenyataan atau tidak. Yang jelas, teknologi nanobot yang terbuat dari molekul biologis saat ini memang telah ada dan sudah dipakai untuk mengobati kanker.

Meski mungkin terwujud, bukan pula berarti teknologi yang bersangkutan benar-benar perlu diterapkan. Penyambungan otak ke internet seperti yang diusulkan Kurzweil, misalnya, bakal menimbulkan persoalan etika.

Belum lagi kemungkinan bahaya yang bakal ditimbulkannya. Bayangkan apa yang akan terjadi jika seorang hacker atau virus komputer bisa merasuki pikiran seseorang lewat jaringan interent.

Kurzweil sendiri tetap optimis manfaat yang didatangkan dari masa depan semacam itu bakal lebih besar dari risiko yang menyertainya. "Seperti yang mulai saya kemukakan 20 tahun lalu, teknologi ibaratnya pedang bermata dua." katanya.

"Api menghangatkan tubuh dan membantu memasak makanan kita. Tapi ia juga bisa membakar rumah. Setiap teknologi selalu memiliki manfaat dan bahayanya sendiri," pungkas dia.K