Featured Video

Selasa, 17 November 2015

Menkominfo Ingin Ponsel 4G Seharga Rp 600.000


Karton boks pembungkus disiapkan, ponsel yang selesai dirakit kemudian dikemas beserta dengan aksesorisnya.
Ponsel-ponsel 4G yang beredar di pasar Indonesia kini harganya kian murah, mencapai kisaran Rp 1 jutaan. Namun nampaknya  Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara ingin harga ponsel 4G lebih murah lagi.

"Sekarang HP (handphone) 4G harganya sudah ada yang Rp 1 jutaan, tiga tahun lagi, saya ingin ponsel-ponsel 4G harganya bisa turun sampai Rp 600.000," demikian kata Rudiantara.

Rudiantara mengatakan hal tersebut saat memberikan sambutan di acara pelepasan kontingen Apicta (Asia Pacific ICT Awards) Indonesia ke Sri Lanka, Colombo, pada Kamis (12/11/2015) lalu di kantor Kementerian Kominfo.

Menurut Rudiantara, ponsel 4G murah (device) menjadi ekosistem yang dibuat pemerintah dalam mewujudkan broadband Nusantara, selain jaringan (network) dan aplikasinya.

Ponsel 4G yang murah itu juga disebut Chief RA sebagai buah dari kebijakan peraturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang telah disahkan oleh tiga kementerian, yaitu Kominfo, Perindustrian, dan Perdagangan pada Juli 2015 lalu.

Aturan TKDN tersebut mewajibkan ponsel-ponsel 4G di Indonesia harus memiliki kandungan lokal sebesar 20 persen pada akhir 2016, dan meningkat menjadi 40 persen pada awal 2017 nanti.

Selain itu, aturan TKDN juga mensyaratkan ponsel-ponsel 4G yang beredar di Indonesia dirakit di dalam negeri.

Lenovo saat ini menjadi vendor global pertama yang merakit ponsel 4G-nya di Indonesia. Dua ponsel 4G, Lenovo A2010 dan A6010 yang dirakit di dalam negeri saat ini dijual dengan harga kisaran Rp 1,5 juta.

Menteri Perindustrian Saleh Husin, mengungkap saat ini ada 16 merek smartphone yang sudah berhasil mencapai kandungan lokal 20 persen.  Merek yang dimaksud adalah Polytron, Evercoss, Advan, Mito, Axioo, SPC, Gosco, Asiafone, Samsung, Oppo, Haier, Huawei, Smartfren, Ivo, Bolt, dan Lenovo.