Featured Video

Senin, 16 November 2015

4 Tips agar Video Laris Ditonton di YouTube


Lobby YouTube Space Tokyo yang terletak di lantai 29 Mori Tower, Roppongi, Tokyo, Jepang.
Membuat konten video kini semakin mudah dengan semakin canggihnya kamera ponsel. Tapi perlu diperhatikan bahwa membuat video yang baik, terutama untuk YouTube, harus mempertimbangkan beberapa hal.


Selasa (10/11/2015), diruang kreasi YouTube Space di Tokyo Head of YouTube Space Tokyo Dorian Stone yang memberi wejangan soal pembuatan video ini.

Singkatnya ada empat hal penting yang mesti diperhatikan saat membuat video untuk YouTube, simak rangkuman berikut.

1. Konsistensi

Jika ingin memiliki subscriberyang setia, diperlukan konsistensi konten yang dibuat. Contohnya soal waktu perilisan, beberapa kreator top di YouTube secara konsisten merilis video mereka di hari tertentu.

Namun konsistensi bukan soal waktu tayang saja. Intinya adalah bagaimana membuat konten video yang ditampilkan di YouTube bisa dengan mudah masuk ke ingatan subscriber.

"Misalnya, kalau biasa uploadjam 8 malam tiap minggu, makaupload selalu di waktu tersebut. Seperti halnya siaran TV,  pilih juga host yang menarik. Kemudian buat format yang konsisten dan menarik," pesan Stone.

2. Shareability

Di media sosial, shareabilityberarti potensi sebuah konten bisa menjadi viral. Ini berkaitan dengan kesan yang diperoleh seseorang ketika mereka menonton video buatan Anda, sehingga mereka berpikir untuk langsung membagikan konten tersebut.

Umumnya orang akan membagikan konten yang relevan dengan situasinya atau memiliki unsur-unsur praktis dan menarik. Misalnya dengan memberi judul, "5 Kecelakaan Terburuk yang Terjadi Tahun Lalu" atau "25 Cara Memakai Scarf dalam 4,5 Menit".

"Untuk menentukan shareabilitytersebut, coba bayangkan 10 kata yang akan ditulis orang ketika mereka membagikan video buatan Anda," terang Stone.

3. Interaktif

Bos YouTube Space Tokyo juga berpesan agar kreator berusaha semaksimal mungkin untuk berinteraksi dengan subscriberyang sudah didapat. Interaksi tersebut salah satunya melalui kolom komentar.

Misalnya, kreator bisa memberi kesempatan pada subscriberuntuk mengajukan pertanyaan atau memilih topik yang akan dibahas dalam video buatannya.

"Tanya ke pembaca mengenai topik yang ingin mereka baca atau berita yang diinginkan. Gunakan kolom komentar YouTube untuk berinteraksi karena ini membawa pengaruh besar terhadap video Anda," ujarnya.

4. 15 detik pertama

Ada banyak konten video yang tersebar di YouTube. Agar video Anda bisa meraih perhatiansubscriber, selain ciri khas, Anda juga perlu fokus pada kesan di 15 detik pertama.

Pasalnya 15 detik tersebut akan menentukan apakah seorang penikmat akan lanjut menonton video atau justru menutup dan ganti pada judul video lain. Intinya, pengguna mesti langsung menemukan hal menarik dari konten tersebut.

"Dalam studi kami 15 detik pertama sangat berpengaruh. Anda mesti mendapatkan perhatian mereka dalam kurun waktu tersebut, atau malah akan kehilangan mereka sama sekali," terang Stone.

"Bila video tersebut berupabreaking news, Anda bisa langsung memotong durasi judul dan masuk menuju topik," imbuhnya.