Featured Video

Kamis, 12 November 2015

Tidak Siti Nurbaya Shooting di Keindahan Ranah Minang

antana Sartana saat mengunjungi Mandeh bersama Andrinof Chaniago, Komisaris Utama PT Angkasa Pura I, akhir pekan lalu. (ist)
PADANG – Flying Stars Pictures, sebuah rumah produksi di Jakarta akan membuat film dengan latar belakang Sumatera Barat (Sumbar). Keindahan alam daerah ini menjadi salah satu alasan dipilihnya Ranah Minangkabau sebagai lokasi pengambilan gambar.
“Alamnya indah, luar biasa dan banyak tempat yang bisa di ekspose,” kata Produser Pelaksana Flying Stars Pictures, Santana Sartana yang mewakili produser utama Ahmad Valis Akbar di sela kegiatan Jalan-jalan ke Mandeh, Sabtu lalu.
Film yang akan shooting di beberapa tempat indah di Ranah Minang ini rencananya berjudul “Tidak Siti Nurbaya”. Film drama komedi itu, saat ini tengah proses perampungan skenario, terutama untuk menyesuaikan dengan setting lokasi. “Rencana tempatnya Rumah Gadang Ibu Mufidah Jusuf Kalla, Kawasan Mandeh, Istana Pagaruyung, dan beberapa lokasi lainnya yang perlu kami sesuaikan dengan ceritanya,” sebut Santana yang sudah mensurvei beberapa tempat di Sumbar.
Santana mengatakan, “Tidak Siti Nurbaya” akan mengangkat kisah tentang “kawin bajapuik” yang sudah sangat terkenal dan berasal dari Padang Pariaman. Namun, kali ini, bukan perempuannya yang harus ‘meratapi’ nasibnya, melainkan calon mempelai pria.
“Ceritanya sangat simple dan kita sengaja membaliknya, karena kalau kawin bajapuik itu kan sudah biasa dan semua orang di sini juga sudah tahu. Nah, kita tampilkan dengan beda,” kata pria yang juga seorang aktor ini.
Santana juga menjanjikan sesuatu yang berbeda di film garapan rumah produksinya bersama A. Valis Akbar. “Kalau Di Bawah Lindungan Kabah yang pernah shooting di Solsel lebih banyak tentang kisah yang diangkat dari novel yang sama, tapi kita akan lebih banyak ekspose objek wisatanya, karena daerah ini memang banyak tempat yang indah,” ujarnya.
Dia mengenal tempat indah ini berkat rekomendasi dari Andrinof Chaniago, tokoh Minang yang berhasil memperkenalkan Kawasan Mandeh ke dunia luar. Juga dari pegiat pariwisata Sumbar, Nofrin Nafilus.
Rencananya lagi, film ini akan dibintangi artis-artis top seperti Christine Hakim yang berperan sebagai ibu dari tokoh utama, Nurbaiti yang rencananya akan diperankan Isyana, penyanyi yang sedang naik daun. Kemudian Jajang C. Noer, pemeran ibu dari Syamsir (Ibnu Jamil) yang dijodohkan dengan Nurbaiti. Juga ada Richard Kevin yang berperan sebagai Dullah, sahabat Syamsir. Seterusnya Ira Wibowo dan lainnya. “Film berdurasi 90 menit ini akan menyuguhkan sesuatu yang berbeda bagi penikmat film,” katanya.
Apalagi akan ada kejutan-kejutan manis di tengah film yang membuat penonton penasaran dan akan terus menyaksikannya hingga tuntas. “Kita rencanakan proses film ini selama enam bulan dan diperkirakan April 2016 sudah bisa diluncurkan,” ulasnya.S