Featured Video

Senin, 14 Maret 2016

Rossi dan Marquez Tak Akan Pernah Sama Lagi

Rossi dan Marquez Tak Akan Pernah Sama LagiMirco Lazzari gp/Getty Images
Marc Marquez terang-terangan mengagumi Valentino Rossi. Sebaliknya The Doctor berulang kali memuji performa Baby Allien sebagai pendatang baru di MotoGP. Tapi itu dulu. Relasi mereka kini tidak sama lagi.

Berdiri bersebelahan dengan Rossi, Marquez tersenyum semringah. Marquez masih bocah saat itu, sementara Rossi juga masih terlihat jauh lebih muda dibanding saat ini. Foto yang beredar di internet itu tak diketahui jelas kapan diambilnya, tapi dipastikan masih dalam periode 2007 hingga 2010.

Foto itu menggambarkan betapa Marquez begitu mengidolai Rossi. Seperti banyak pebalap muda lain di seluruh dunia, Rossi adalah pahlawan. Dialah legenda dengan sudah memenangi gelar juara dunia di tiga kelas berbeda. Rossi bukan cuma atlet, dia adalah entertainer sejati di atas motornya.



Terhadap Marquez, Rossi juga punya kekagumannya sendiri. Masih ingat bagaimana Marquez menjadi sensasi di musim pertama dia terjun di MotoGP? Saat pebalap lain kesal dengan gaya membalap Marquez yang dianggap ugal-ugalan dan berbahaya, Rossi bisa memakluminya. Rossi pernah muda, dan dia tahu kalau apa yang dilakukan Marquez adalah semata dorongan darah belianya.

Relasi mereka berjalan baik selama satu setengah tahun. Marquez pernah diundang datang ke ranch Rossi di Italia. Beberapa kali mereka bersaing sengit di atas lintasan, tapi semua berakhir dengan canda dan tawa sesudah race kelar.

Semua berjalan baik antara si legenda dan si bocah ajaib. Sampai akhirnya seangkaian kejadian di paruh kedua musim 2015 mengubah mereka berdua.

Diawali di Assen, yang memanas di Phillip Island, meledak di Sepang dan membara di Valencia. Rossi dan Marquez menjadi rival, seteru, dan lawan yang akan terus berseberangan entah sampai kapan.

Marquez sudah mencoba memperbaiki hubungannya dengan Rossi dengan menyebut kalau dirinya bersedia meminta maaf. Pada suatu ketika di penghujung tahun lalu dia juga menyatakan harapan agar hubungannya dengan Rossi kembali seperti semula.

Tapi kehilangan peluang meraih gelar juara dunia ke-10 adalah hal yang luar biasa besar untuk The Doctor. Dia sangat pantas marah. Sampai dua hari lalu rider 37 tahun itu menyebut kalau relasinya dengan Marquez tidak akan bisa pulih lagi.

Bagaimana keduanya akan bersaing di atas lintasan musim 2016 ini jelas menarik untuk dinantikan. Biarlah jika mereka tak bisa berkawan lagi, biarkan juga jika keduanya mengeluarkan komentar panas dan pedas soal persaingan menjadi juara dunia. Luapan-luapan emosi antara keduanya mungkin sudah terkubur waktu, tapi itu tidak akan mudah padam. Tidak dalam waktu singkat.

Yang lebih penting lagi untuk dijaga mereka adalah menjaga sportivitas di atas lintasan. Dorna sudah mengingatkan mereka berdua untuk melupakan apa yang terjadi musim lalu. Toh, hanya fokus pada satu rival hanya akan merugikan Rossi dan Marquez, karena Jorge Lorenzo, Dani Pedrosa atau bahkan duo Ducati bisa memanfaatkannya.