Featured Video

Jumat, 23 September 2016

Marquez Antara Main Aman Kejar Poin atau Ambil Risiko Buru Podium


Keunggulan Marc Marquez sejauh ini memungkinkan memungkinkan dirinya tak terlalu ngotot memaksakan diri. Tapi di sisi lain ia juga merasa masih perlu ambil risiko.


Memasuki lima seri terakhir, dengan Aragon jadi yang terdekat akhir pekan ini, Marquez yang membalap untuk Repsol Honda memiliki keunggulan 43 angka dari Valentino Rossi (Movistar Yamaha) yang menjadi pesaing terdekatnya di papan klasemen.

Hal itu di atas kertas memungkinkan Marquez tidak perlu meraih kemenangan di seri sisa untuk jadi juara dunia asalkan bisa terus konsisten menambah angka seperti sebelumnya--ia satu-satunya rider yang rutin dapat poin di 13 seri sejauh ini.

"Poin-poinnya penting tapi juga penting untuk naik podium, jadi Anda harus mengambil risiko. Tapi dengan keunggulan ini saya sedikit bisa mengendalikan diri jika merasa, contohnya, seperti di Misano," ucap Marquez seperti dilansir Motorsport.com.

"Di Misano saya tidak merasa oke sehingga saya harus bisa menyudahi balapan (demi poin) dan akhirnya finis keempat. Tentu saja konsisten amat sangat penting. Saya belajar itu dari musim lalu dan musim ini saya berusaha menerapkannya.

"Pada akhirnya itu merupakan hal penting, tapi penting juga untuk mengambil risiko, dan berusaha finis di depan Valentino dan Jorge," sebutnya.

Belum ketahuan pendekatan apa yang akan diambil Marquez di Aragon nanti; main aman untuk dapat poin atau ambil risiko demi mengejar podium. Tapi yang pasti ia mengaku ada tekanan tersendiri tampil pada salah satu balapan di negaranya.

"Rasanya menyenangkan tiba di sini, salah satu sirkuit favorit saya, memimpin klasemen dengan 43 poin. Tapi sejujurnya juga ada tekanan," ujar Marquez.

"Namun, saya juga gembira karena secara keseluruhan kecepatan saya di sirkuit ini cukup bagus walaupun kalau Anda melihat hasil-hasil terakhir tidaklah terlalu bagus. Tapi saya biasanya cukup bagus di sirkuit ini," sebutnya.

Marquez pernah menang dua kali di Aragon, masing-masing di kelas Moto2 2011 dan MotoGP 2013. Tapi ia harus puas finis ke-13 di 2014 dan terjatuh pada balapan musim lalu sehingga tak dapat angka.