Featured Video

Minggu, 05 Maret 2017

Berapa Banyak Urine di Kolam Renang?


Para atlet renang seperti Michael Phelps telah mengonfirmasi bahwa orang-orang membuang urine di kolam renang. Lalu berapa banyak kadarnya dan berbahayah bagi kita?


Para peneliti merancang sebuah tes untuk memperkirakan berapa banyak urine dalam air di kolam renang. Cara kerja tes ini adalah mengukur konsentrasi pemanis buatan, kalium asesulfam (ACE), yang umum ditemukan dalam makanan olahan.

Mereka lalu mengukur tingkat pemanis dalam dua kolam renang umum di Kanada selama tiga minggu. Hasilnya, terdapat 75 liter urine dalam kolam pertama (sekitar 830.000 liter, satu- sepertiga ukuran kolam renang Olimpiade) dan 30 liter urine dalam kolam kedua.

Meskipun begitu, peneliti tidak dapat mengonfirmasi apakah pengunjung memilih diam-diam membuang urinenya di kolam atau di toilet. Namun, hasil tes menunjukkan bahwa terdapat kandungan urine dalam kolam setiap harinya.

"Kami tidak memonitor jumlah pengguna kolam renang selama periode waktu tiga minggu penelitian... sehingga tidak ada cara kita bisa memperkirakan jumlah kejadian buang air kecil individu per hari," kata Lindsay Blackstock, salah satu peneliti.

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal American Chemical Society, Environmental Science & Technology Letters itu juga menunjukkan bahwa kolam air panas mengandung kadar urine jauh lebih tinggi dari kolam biasa. Bahkan, Jacuzzi di satu hotel mengandung konsentrasi pemanis tiga kali lipat ketimbang di kolam renang.

Berbahayakah urine dalam kolam renang?

Peneliti mengatakan senyawa dalam urine, termasuk urea, amonia, dan kreatinin bereaksi dengan disinfektan sehingga dapat menyebabkan iritasi mata dan pernapasan. Paparan jangka panjang senyawa ini berhubungan dengan munculnya asma.