Featured Video

Rabu, 15 Maret 2017

Hartawan yang Tertipu


Dalam kitabnya, Al-Kasf wa Al-Tibyan fi Ghurur al-Khalq Ajma'in (Menyingkap Aspek-aspek Ketertipuan Seluruh Makhluk), Al-Ghazali disebutkan kelompok hartawan, ada beberapa kelompok yang tertipu. Menurut Al-Ghazali, mereka adalah orang yang giat membangun masjid, membangun sekolah, tempat penampungan fakir miskin, panti jompo dan anak yatim, jembatan, tangki air, dan semua amalan yang tampak bagi orang banyak. Mereka dengan bangga mencatatkan diri mereka di batu-batu prasasti agar nama mereka dikenang dan peninggalannya dikenang walau sudah meninggal dunia.

Selanjutnya, kelompok hartawan yang tertipu adalah mereka yang memperoleh harta dengan halal, lalu menghindarkan diri dari perbuatan yang haram, kemudian menafkahkannya untuk pembangunan masjid. Padahal, tujuannya adalah untuk pamer (ria) dan sum'ah (mencari perhatian) serta pujian.
Lalu, mereka yang tertipu dalam kelompok ini adalah mereka yang menafkahkan hartanya untuk fakir miskin, penampungan anak yatim, dan panti jompo dengan mengadakan perayaan.
Bila di antara hartawan yang tampak berbuat baik ini saja sudah tertipu, bagaimana dengan hartawan yang pelit, kikir, dan tak mau berbagi? Menurut Al-Ghazali, mereka juga adalah orang paling tertipu karena mereka merasa dengan hartanya itu akan menyelamatkan diri dan keluarganya dari segala marabahaya.
Golongan Ahli Tasawuf
Golongan selanjutnya yang tertipu, kata Imam Al-Ghazali, adalah golongan ahli tasawuf. Dan, kebanyakan mereka muncul pada zaman ini. Mereka yang tertipu adalah yang menyerupakan diri mereka dengan cara berpakaian para ahli tasawuf, cara berpikir dan penampilan, perkataan, sopan santun, gaya bahasa, dan tutur kata. Mereka juga tertipu dengan cara bersikap, mendengar, bersuci, shalat, duduk di atas sajadah sambil menundukkan kepala, bersuara rendah ketika berbicara, dan lain sebagainya.
Selain keempat golongan itu, Al-Ghazali juga menyebutkan dua kelompok tertipu dari golongan orang kafir. Orang kafir ini tertipu karena kehidupan dunia dan tertipu akan Allah SWT. Orang kafir yang tertipu oleh kehidupan dunia adalah mereka yang berpandangan bahwa 'sekarang lebih baik dari pada esok' dan yang berpandangan 'kenikmatan dunia sudah pasti, sementara akhirat masih diragukan.'
Lalu, siapakah manusia-manusia yang tidak tertipu? Menurut Al-Ghazali, hanyalah orang-orang beriman yang ikhlas, yang menggantungkan hidupnya pada Allah, mereka itulah orang-orang yang lurus. Wa Allahu A'lam.