Featured Video

Kamis, 01 September 2011

Gunung Tambora Siaga, Warga Panik


Smithsonian Institution/Rizal DasoekiGunung tambora diambil tahun 1986.
DOMPU, KOMPAS.com — Kabar tentang peningkatan aktivitas Gunung Tambora di Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, membuat panik warga setempat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan bahwa gunung tersebut berstatus Siaga.
"Kami sempat mau mengungsi ke tempat yang lebih aman, tetapi batal setelah ada salah satu warga baru turun dari Tambora," kata Hasanuddin, Kepala Desa Pancasila, Kecamatan Pekat, Dompu, saat dihubungi di Dompu, Kamis (1/9/2011).

Desa Pancasila merupakan daerah terdekat dari gunung yang pernah meletus pada tahun 1815 dan memakan korban terbanyak selama letusan gunung berapi pernah terjadi di dunia itu.
Ia menambahkan, sempat beberapa kali terdengar gemuruh di sekitar desanya. Warga menduga itu suara aktivitas penambangan pasir di sekitar desanya.
"Kami kaget ketika melihat running text di salah satu tayangan TV swasta yang menyebutkan Tambora siap meletus," katanya.
Ahmaddin, warga Dusun Sila Dharma, Desa Pancasila, mengatakan, ia sempat melihat kepulan asap putih pekat keluar dari Tambora.
Bahkan, pada Senin (29/8/2011), ia yang hendak pulang setelah melakukan perburuhan di hutan tersebut sempat dikejutkan dengan suara gemuruh yang diyakini sebagai peningkatan aktivitas Gunung Tambora.
"Saya tidak berani bercerita kepada warga yang lain karena khawatir mereka panik," katanya. Saat ini warga setempat tetap mewaspadai kondisi sekitar dan siap mengungsi bila terjadi sesuatu terhadap gunung tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar