Featured Video

Kamis, 12 April 2012

PASAR RAYA JADI LENGANG


GEMPA ACEH
Kondisi Pasar Raya Padang mendadak buncah. Gempa 8,5 SR yang terjadi di Simelue Aceh, juga terasa keras di Kota Padang, dan membuat para pe­dagang, serta pengun­jung berhamburan mencari tempat aman.
Dari pantauan Haluan di kawasan Pasar Raya Padang, sebagian besar pedagang lebih memilih menututup  toko, kios, dan loas tempat mereka ber­jualan. Akibatnya, suasana pasar yang biasanya ramai mendadak menjadi sunyi pasca gempa tersebut.

“Kami mendapat infor­masi, katanya potensi tsunami yang di Aceh kemungkinan bisa sam­pai ke Padang. Oleh karena itu, kami memilih tutup kedai. Lagian, lebih baik kumpul ber­sama keluarga saat ada bencana seperti ini,” ujar Ade (45), salah seorang pedagang di Pasar Raya Padang ketika ditemui Haluan saat menutup kedainya, Rabu (11/4).
Ade mengaku merasa cemas, karena beberapa menit setelah gempa Ia ditelpon keluarganya, yang meminta dirinya pulang. Ia mencemaskan nasib keluarga di rumah, ketimbang dirinya yang saat itu berada di zona merah. Tak hanya di Pasar Raya, sebagian besar pertokoan dan lapak-lapak di kawasan Per­mindo juga tampak tutup. Ka­wasan yang biasa macet itu, sore kemarin tampak lengang. Hanya saja terlihat beberapa pengun­jung yang seolah-olah tak tahu harus kemana, karena angkot mendadak menghilang.
“Bingung aja mau kemana. Mau pulang gak ada angkot, mau jalan kaki rumah jauh. Telepon teman untuk menjemput, jalur telepon malah sibuk melulu. Jadi gak tau harus berbuat apa,” ujar Meri (21), salah seorang warga yang ditemui Haluan di depan Toko Buku Sari Anggrek ka­wasan Permindo Padang.
Meri mengaku juga men­­dapat informasi jika gempa tersebut berpotensi tsunami. Namun Ia tidak yakin tsunami akan tiba di Kota Padang, karena titik gempa di Aceh sangat jauh jaraknya dari Padang.
“Kalau ditanya panik, saya memang panik. Tapi yang saya takuti bukan gempa Aceh itu, tapi gempa yang di Mentawai. Bisa saja kan gempa di Aceh memicu gempa di Mentawai,” tambah Meri.  Aksi tutup tidak hanya di­lakukan oleh pedagang di Pasar Raya, pusat per­belan­jaan modern juga memutuskan tutup. Para karyawan per­belan­jaan modern, saat gempa juga berhamburan keluar, menye­lematkan diri.
Jalan Alai By Pass Dikeluhkan
Jalur evakuasi paling dike­luhkan warga, ketika hendak mengungsi ke daerah yang lebih aman. Gempa Aceh dengan ke­kuatan 8,5 SR, membuat warga Kota Padang saling berebut untuk mencapai tempat yang dianggap aman. Untuk mencapai tempat itu, jalur yang dilewati boleh dikatakan sangat terbatas. Bahkan banyak yang tidak layak, seperti rusak dan ruasnya kecil.
Seperti jalan Alai By Pass, yang sampai saat ini belum selesai. Pada beberapa titik, jalan itu belum lagi diaspal dan terdapat lubang-lubang besar. Kondisi itu membuat pengendera kenderaan menjadi kesulitan,
Dari pantauan Haluan, sesaat setelah terjadi gempa, jalur eva­kuasi seperti Simpang Tabing-Lubuk Minturun, Siteba-By Pass, Alai-Pass, Simpang Aru-Andalas-Pasar Baru, Simpang Aru-Simpang Lubuk Begalung, menjadi jalur utama perlintasan pengungsian. Pada jalur itu terjadi kemacetan, hanya jalur Simpang Tabing-Lubuk Minturun yang relatif normal. (h/wan/nas)
http://www.harianhaluan.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar