Featured Video

Senin, 21 Mei 2012

Produser dan Sutradara Indonesia Berjualan di Cannes


DINI KUSMANA MASSABUAU
Sebagian peserta dari Indonesia--(dari kiri ke kanan) produser film Fauzan Zidni, artis peran Prisia Nasution, dan sutradara Putrama Tuta--di salah satu booth Indonesia di Palais des Festival, tempat penyelenggaraan Festival Film Cannes 2012, 16-27 Mei.
Sejumlah pelaku industri film Indonesia juga menjadi peserta Festival Film Cannes 2012 dengan mempromosikan untuk memasarkan film-film mereka di booth-boothyang ada di Palais des Festival, Cannes, Perancis, tempat penyelenggaraan festival itu pada 16-27 Mei. Sebut saja, Fauzan Zidni, produser film Republik Twitter; dan Putrama Tuta, sutradara filmCatatan Si Boy 3.

Tuta memiliki beberapa alasan yang membuat ia berani mempromosikan filmnya tersebut ke pasar internasional melalui festival bergengsi itu. "Kalau boleh jujur ya, saya sampai ingin agar film saya itu bisa go international, karena di Indonesia boleh dibilang pemasukan dalam arti jumlah penonton yang kami dapatkan dari karya kami kadang tidak sepadan," tutur Tuta. "Kami juga ingin membuktikan bahwa Indonesia itu mampu membuat film yang bermutu, tak kalah dengan film asing lainnya, Hongkong misalnya. Dan, karena itulah, saya sebagai sutradara, yang memilih untuk memasarkan film saya sendiri, langsung terjun ke pasaran internasional seperti Festival de Cannes ini, untuk mencapai hasil optimal," tuturnya lagi.

Fauzan tak jauh berbeda dengan Tuta, tapi lebih mengetengahkan persoalan biaya produksi film. "Saya merasa, kami, para seniman dunia film (Indonesia), mampu menghasilkan karya-karya film dengan kualitas baik. Bayangkan saja, banyak sekali produser asing yang terkejut saat mendengarbudget dari film yang kami buat, karena dinilai sangat kecil namun mampu menghasilkan karya-karya bermutu. Jadi, bisa dibayangkan, jika kami diberi kemampuan membuat film dengan anggaran lebih dari yang sekarang ini," kata Fauzan.
"Kuncinya itu, pemasaran film yang aktif dan meluas, juga dilakukan langsung oleh para profesional yang memang berkecimpung langsung dan mempunyai misi yang sama, dengan kami para membuat film, yaitu keberhasilan dan keuntungan," sambungnya.
"Karena itulah, selain menawarkan film, kami pun juga menawarkan kerja sama dalam pembuatan film dengan perusahaan asing, yaitu menawarkan lokasi shooting, dengan pembagian kerja misalnya, beberapa tim dari kami," katanya lagi. (Dini Kusmana Massabuau)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar