Featured Video

Senin, 09 Juli 2012

TDS IVEN TERAMAI KE 5 DI DUNIA


 Pe­nye­lenggaraan iven bertaraf inter­nasional Tour de Singkarak (TdS) dinilai sukses. Kon­­sultan Amaury Sports Or­gani­za­tion (ASO) yang juga menangani Tour de France mene­tapkan, TdS salah satu iven yang paling ramai penontonnya di dunia dengan pe­rin­gkat ke 5 se­telah Tour de Fran­ce, Giro a I­tali, Vuelta a Es­pana (Spanyol), The Santos Tour Down Under Aus­tralia.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sum­bar, Burhasman kepada Haluan Minggu (8/7), di Padang menye­butkan, kabar itu disampaikan lang­sung Wakil Ment­eri Pariwi­sata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar saat evaluasi pelaksanaan TdS di Jakarta belum lama ini. Penilaiannya didasarkan pada partisipasi masyarakat yang luar biasa memberikan dukung­annya pada helat Tour de Singkarak (TdS) awal Juni lalu.
Meski tak menutup mata de­ngan berbagai kekurangan yang terjadi selama pelaksanaan iven TdS, namun peran masyarakat ini menjadi penilaian tersendiri bagi organisasi dunia selevel ASO. Sementara kekurangan yang dite­mui, tentunya akan diperbaiki pada pelaksanaan di masa datang.
“Kata Wakil Menteri Parkraf, ASO menilai TdS merupakan iven yang paling ramai penontonnya dan berada pada urutan ke 5 dari sejumlah  iven besar yang digelar di dunia, yaitu Tour de France, Giro a Itali, Vuelta a Espana (Spanyol), The Santos Tour Down Under Australia dan TdS,” ujar Burhas­man mengutip Wamen Parekraf RI.
Kabar baik lain yang menyer­tainya adalah pelaksanaan TdS yang dinyatakan naik grade dari 2,2 menjadi grade 2,1. Selama 4 tahun pelaksanaannya, TdS terus berbenah memenuhi standar iven balap dunia. Saat ini sudah TdS su­dah masuk dalam Calender Of Event Internasional (UCI) dan hal itu dapat dilihat dari nasional team yang ikut berlaga.
“Kenaikan grade ini bakal menentukan peserta TdS pada pelaksanaan tahun  berikutnya. Standar pelaksanaannya juga akan ditingkatkan,” terang Bushasman.
Dengan serangkaian kabar menggembirakan itu, Pemprov Sumbar bersiap untuk menyambut TdS 2013. Kabupaten/Kota yang akan ambil bagian dalam etape yang dilalui diharapkan mulai berbenah sejak dari awal dengan melibatkan pihak swasta atau dunia usaha. Berkaca pada pengalaman TdS 2012, masalah krusial yang dihadapi tetap persoalan akomo­dasi, penginapan para atlet yang belum memenuhi standar.
Sedangkan masalah makanan, sudah lebih baik dengan menye­diakan menu yang sesuai dengan negeri asal para pembalap diselingi dengan kuliner lokal. Namun  karena sebagian atlet itu tetap mencicipi menu khas Ranah Mi­nang yang kadang belum sesuai dengan lidah mereka, menyebabkan muncul juga keluhan agar di­pisahkan benar menu-menu tersebut.(h/vie)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar