Featured Video

Jumat, 14 Desember 2012

Antrean iPhone 5, Lift dan Eskalator Dikunci


(Reza Wahyudi/KompasTekno)Antrean panjang calon pembeli iPhone 5 versi XL Axiata di Senayan City, Jakarta, Jumat (14/12/2012).

Iming-iming potongan harga iPhone 5 sebesar 50 persen dari XL berhasil membuat ratusan orang tergiur. Mereka kemudian menyerbu Senayan City, salah satu pusat perbelanjaan yang dijadikan lokasi promosi iPhone 5 oleh operator seluler itu.


Demi menjaga ketertiban dan keamanan bersama, pihak manajemen gedung Senayan City pun kemudian merasa perlu menerapkan langkah-langkah khusus untuk mengoordinasi massa.

"Sebenarnya acara seperti ini bagus, tetapi kami tak mau ada kejadian yang tidak diinginkan sepertistampede (orang terinjak-injak)," ujar Henny R. Udi, Chief Operations Officer Senayan City, ketika ditemui KompasTekno di depan gerai XL, tempat acara berlangsung.

Langkah-langkah pengamanan yang dilakukan termasuk mematikan lift dan menutup akses eskalator untuk sementara waktu untuk mencegah berjubelnya pengunjung di satu lokasi. Di lokasi acara XL pun disebarkan sejumlah petugas keamanan yang ikut mengatur akses pengunjung.

"Tadinya kami mau minta bantuan polisi juga, tetapi mereka sedang sibuk dengan demonstrasi di sekitar Gedung MPR/ DPR," tambah Henny.

Berdasarkan pantauan KompasTekno, hingga sekitar pukul 12 siang, masih terlihat antrean panjang ratusan orang yang berharap mendapat potongan harga iPhone 5 dalam penjualan perdana XL itu.

Suasana sedikit ricuh karena banyaknya jumlah peminat, tetapi mereka masih tampak tertib dalam barisan. "Sampai saat ini sih masih aman, lancar, dan terkendali," tambah Henny lagi.

Beberapa saat sebelum jam makan siang, kedua lift diaktifkan kembali. Akses eskalator pun dibuka. Henny menerangkan bahwa hal itu perlu karena pihaknya juga harus melayani pengunjung lain dalam mal Senayan City.

Dua antrean


Berdasarkan keterangan dari COO Senayan City Henny R Udi, sejak pukul 08.00 pagi, sudah terlihat kumpulan sekitar 300 orang di depan main lobby mal Senayan City.

Kendati baru membolehkan pengunjung memasuki mal sekitar pukul 10.00, nyatanya sudah ada pengunjung yang berhasil masuk sebelum waktu itu dan mengantre di depan gerai XL di lantai 4 gedung pusat perbelanjaan itu.

"Saya tidak tahu dari mana mereka itu, yang jelas kami sudah berusaha tutup akses, termasuk dengan menonaktifkan lift. Saya rasa mereka tahu liku-liku jalan masuk yang lain, sudah mempelajari sebelumya. Vendor di sini juga sudah promosi dari kemarin-kemarin," terang Henny.

Dia mengatakan, petugas sekuriti dari pihak Senayan City berusaha mengatur pengunjung seramah mungkin, termasuk dengan tidak mengusir pengunjung.

Aldi, seorang pengunjung yang ikut mengantre, mengatakan bahwa ratusan peminat promo iPhone 5 dari XL yang naik ke lantai 4 pada pukul 10.00 mendapati sudah ada orang yang mengantre sebelum mereka. "Padahal, seharusnya mal baru dibuka jam 10. Mereka ini dari mana, bagaimana dengan kami?" tanyanya.

Aldi mengaku sudah tiba di Senayan City dan menunggu pintu dibuka dari pukul 06.30. Seorang pengunjung lainnya dengan nada tinggi mengatakan bahwa dia telah menunggu sejak pukul 12 malam di lokasi, tetapi kemudian tak kebagian antre di bagian depan karena sudah ada orang-orang yang lebih dahulu menyerobot masuk.

"Saya rasa mereka masuk dari Fitness First atau apartemen, lalu mengantre sebelum kami. Padahal, seharusnya tidak boleh karena pihak XL menjamin area ini akan steril sebelum pukul 10," ujar Hafiz, seorang pengunjung lain yang hari itu datang berdua dengan adiknya demi mendapatkan iPhone 5 berharga murah.

Sempat terbentuk dua antrean di lokasi. Antrean pertama terdiri dari orang-orang yang "diakui" sebagai pengantri awal oleh XL selaku penyelenggara.

Antrean kedua terdiri dari orang-orang yang mengklaim telah menunggu sejak lama, tetapi diserobot orang lain yang sudah masuk secara diam-diam sebelum pukul 10.00 WIB, waktu ketika mal Senayan City resmi dibuka.

Mereka kemudian berusaha menjelaskan situasi mereka pada penyelenggara dan meminta agar ditempatkan di depan antrean. Belum diketahui solusi apa yang ditawarkan oleh pihak XL untuk mengatasi persoalan ini.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar