Featured Video

Rabu, 15 Mei 2013

Sepatu-Sepatu Modern Berteknologi Mutakhir


thumbnailDean Mouhtaropoulos/Getty Images
Sejak tahun 1990an, sepatu sepakbola mulai dibuat dengan bahan khusus setelah dikembangkan melalui penelitian dan teknologi canggih. Sejak saat itu juga, perusahaan-perusahaan pembuatnya berlomba-lomba menciptakan sepatu sepakbola paling modern hingga kini.

Adidas memimpin perlombaan sepatu canggih ketika merilis Predator pada tahun 1994. Sepatu ini seperti menjadi tonggak baru dunia sepatu sepakbola, dengan desain revolusioner dan teknologi terbaru.

Predator dibuat dengan teknologi ekstrusi polymer dan material untuk memberikan sol yang lebih fleksibel. Sepatu ini juga memiliki fitur berupa tonjolan-tonjolan karet yang berfungsi untuk memberikan efek putaran bola lebih banyak saat menendang.

Di bagian pul, Adidas mengganti desain pul bulat menjadi bentuk berbilah (desain pisau). Desain ini diklaim membuat pengguna lebih stabil dan mantap menjejakkan kaki. Generasi pertama Predator ini hanya memiliki satu warna utama, yakni hitam dengan garis putih dan sedikit corak merah. Warna ini kemudian dikenal sebagai warna utama seri Predator.

Puma tak mau tertinggal jauh, pada tahun 1996 mereka membuat sepatu dengan teknologi yang mereka namakan: Puma Cell Technology. Mereka menghilangkan busa di bagian tengah antara sol luar dan dalam, sehingga membuat sepatu lebih ringan. Selain itu Puma menggunakan jenis kulit terbaru, Pittards Leather, yang berkualitas tinggi, empuk, dan cepat kering.

Selain dua nama populer tersebut, perusahaan lain juga ikut mengembangkan teknologi canggih. Mizuno, perusahaan yang didirikan di Jepang, meluncurkan teknologi bernama Mizuno Wave di tahun 1997.

Teknologi ini disebut-sebut bekerja seperti pegas kendaraan, di mana memiliki bantalan dan menjaga tenaga kaki agar terpusat di sepatu. Teknologi ini mengurangi dan mengarahkan dampak benturan antara kaki dan tanah.

Pada tahun 1998, Nike turut memberikan sumbangsih dalam perkembangan sepatu sepakbola. Mulai masuk ke dunia sepabola di era 1990, pabrikan Amerika Serikat ini mengoptimalkan bantalan lewat teknologi Nike Air.

Mereka juga dianggap sukses mengembangkan kulit sintetis, di mana pada awalnya mereka hanya ingin membuat sepatu yang tidak meregang dan kehilangan bentuk ketika dipakai. Namun akhirnya kulit sintetis ini memberikan hal lain, yakni mencegah air masuk, lebih ringan, dan memberikan para pemain di lapangan sintetis.

Nike mempelopori sepatu sepabola ringan ketika produknya yang diluncurkan pada tahun 1998, Nike Mercurial, hanya memiliki berat 200 gram sehingga diklaim mampu memaksimalkan kecepatan penggunanya. Pemain yang diberi kehormatan mengenakan sepatu ini untuk pertama kali adalah Ronaldo (Brasil), yang terkenal dengan permainan lincah dan gocekan sambanya.

Inovasi tak hanya dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar dan populer seperti Adidas, Puma, dan Nike. Perusahaan dengan skala lebih kecil juga mengembangkan teknologi masing-masing.

Pada tahun 2002, perusahaan asal Australia, Nomis, meluncurkan Wet Control Technology (Teknologi Pengendalian Basah) untuk meningkatkan grip bola dalam kondisi basah dan menghilangkan efek aquaplane. Dengan ini, penggunanya akan mampu melakukan kontrol, power, dan membelokkan bola dengan lebih baik dalam kondisi permainan yang basah.

Inovasi cukup mengejutkan dilakukan oleh perusahaan alat olahraga asal Spanyol, Kelme. Pabrikan ini menggunakan kulit hiu dalam sepatu-sepatu mereka yang berfitur Shark Technology, seperti seri Tiburon Stealth. Sepatu kulit hiu ini diklaim sangat kuat, bahkan tujuh hingga 11 kali lebih kuat dari sepatu kulit biasa.

Selain kulit hiu, Kelme juga punya teknologi TRX4 untuk sol sepatu mereka. Fitur ini memberikan sistem ventilasi insang pada sepatu dan punya sistem bantalan dari tumit ke ujung kaki untuk meningkatkan kenyamanan dan meredam benturan.

Tak berhenti hanya di sini, pengembangan lebih lanjut terus dilakukan oleh para perusahaan ini. Adidas misalnya, di salah satu sepatu terbarunya, Adidas f50 yang dikenakan Lionel Messi, ditanamkan chip bernama miCoach Speed Cell di bagian sol untuk mengukur kecepatan dan jarak lari penggunanya.

Nike juga memiliki fitur unggulan lain seperti di seri Mercurial SL dan Mercurial Vapor SuperFly. Mercurial yang pertama diklaim memiliki bobot paling ringan, hanya 190 gram. Bobot ini dicapai berkat penggunaan bahan serat karbon, di mana membuat sepatu menjadi kuat dan fleksibel.

Di mercurial kedua yang dirilis pada 2010, punya fitur pul yang bisa beradaptasi dengan kondisi lapangan dan pergerakan pemain. Pul bisa naik atau turun sebanyak tiga milimeter secara otomatis berdasarkan dua hal tersebut.

Selain berbagai kecanggihan tersebut, ada semacam kebiasaan bagi para perusahaan ini, terutama yang populer seperti Adidas, Puma, dan Nike untuk menciptakan sepatu dengan tipe yang berbeda-beda. Masing-masing tipe ini memiliki keunggulan sendiri-sendiri.

Misalkan Nike punya empat jenis sepatu: Mercurial, CTR360, T90, dan Tiempo. Masing-masing punya keunggulan: Mercurial didesain untuk memberikan kecepatan, CTR360 untuk kontrol, T90 untuk akurasi tendangan, dan Tiempo didesain untuk kondisi umum.



Sementara Puma punya tiga jenis: EvoSpeed, Powercat, dan King. Sepatu pertama didesain untuk kecepatan, yang kedua untuk power tendangan, dan yang terakhir punya keunggulan di bagian kontrol.

Adidas sendiri punya banyak varian sepatu yang menawarkan berbagai fitur dan teknologi. Adidas Predator memiliki keunggulan dalam hal akurasi tendangan, Adipure menawarkan keunggulan di segi pergerakan dan kelincahan, sementara Adizero memberikan stabilitas dan traksi maksimal di lapangan.

Kecanggihan teknologi pada akhirnya memudahkan para pemain dan pengguna sepatu untuk memaksimalkan kemampuan mereka. Sejak pertama kali ditemukan dengan tujuan sederhana, untuk melindungi kaki pengguna, sepatu sepakbola kini menjelma menjadi karya yang diciptakan untuk menunjang performa dan memaksimalkan kemampuan.

Ia melalui proses penelitian dan pengembangan seksama. Dari hanya berbahan kulit keras seperti sepatu militer, kini berkembang bahan-bahan lain seperti kulit kanguru, kulit sintetis, serat karbon, dan bahkan kulit hiu.

Maka, setelah beratus-ratus tahun sejak sepatu sepakbola pertama dibuat, lahirlah berbagai jenis sepatu sepakbola, dengan berbagai warna, bahan, dan dengan masing-masing keunggulannya.






===

* Dari berbagai sumber

s

Tidak ada komentar:

Posting Komentar