Featured Video

Sabtu, 01 Juni 2013

SYAFRI: SAYA TIDAK BUAT SENSASI

ROMBONGAN KETUA DPRD KABUPATEN SOLOK DIEVAKUASI
Ketua DPRD Kabupeten Solok Syafri Datuk Siri Marajo, mengaku tidak  memiliki motif politik apapun, terkait napak tilas yang dilakukannya hingga hilang selama lima hari di hutan. “Demi Tuhan, saya tidak bermaksud untuk menaikkan pamor, ataupun membuat sensasi,” katanya.




Setelah ber­hasil ditemukan oleh Wali Jorong Ujung Gadang Jamalis bersama 13 anggota lainnya di Bukit Nursidha, Kamis (30/5) lalu, Ketua DPRD Kabupaten Solok Syafri Datuk Siri Marajo bersama 20 orang lainnya yang tersesat di sekitar hutan Bukit Barisan selama lima hari, akhirnya dievakuasi ke posko utama.
Syafri Datuk Siri Marajo bersama rombongan, akhirnya sampai di posko utama di Pasa Lalang, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Jumat (31/5) siang.
Sesampainya di posko utama, rombongan Ketua DPRD Kabupaten Solok langsung disambut oleh Bupati Kabupaten Solok Syamsu Rahim, Wakil Bupati Desra Ediwan Anantanur, serta seluruh keluarga.
Menurut informasi, dan data yang dikumpul Haluan, seluruh rombongan termasuk Ketua DPRD Kabupaten Solok Syafri Datuk Siri Marajo dalam keadaan sehat, tidak ada yang sakit dan cedera. Hanya lemas dan dehidrasi.
Dalam kesempatan itu, Ketua DPRD Kabupaten Solok Syafri Datuk Siri Marajo menceritakan kronologi penyebab tersesatnya rombongan. Ia mengatakan, setelah perjalanan sekitar 10 jam bersama seluruh rombongan, tiba-tiba terjadi cuaca buruk, dan hujan lebat.
“Pada saat hujan lebat itu, kami mau menyeberangi sungai. Namun, karena air sungai sudah membesar, akhirnya saya dan 20 orang lainnya memutuskan untuk tidak me­nyeberangi. Namun, pada saat itu juga, sebanyak 19 orang perintis jalan, sudah berhasil menyeberang, dan meneruskan perjalanan. Pada saat itu, rombongan langsung terbagi dua, dimana 19 orang sebagai perintis jalan, dan 21 orang menunggu konfirmasi dari rom­bongan perintis jalan,” ujarnya.
Dikatakan, setelah rombongan terpisah, dirinya bersama 20 orang lainnya memutuskan untuk me­nunggu konfirmasi ke-19 rombongan. Namun, setelah setelah menunggu beberapa jam, rombongan tersebut, tidak kunjung juga datang.
“Karena rombongan tidak juga datang, kami memutuskan untuk berkemah di tempat semula. Pada saat menunggu, persediaan kon­sumsi pun semakin menipis. Dan akhirnya, kami pun hanya me­ngon­sumsi jamur-jamur selama dua hari,” terangnya.
Bupati Kabupaten Solok Syam­su Rahim mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur yang telah berpartisipasi dalam pencarian tersesatnya rombongan anggota DPRD Kabupaten Solok .
“Kami dari Pemkab Solok mengucapkan terimaksih yang sebesar-besarnya atas partisipasi dari BPBD, BNPB, PMI, TNI, POLRI. Karena, berkat kontribusi yang telah disumbangkan itu, akhirnya Ketua DPRD Kabupaten Solok Syafri Datuk Siri Marajo bersama 39 orang lainnya yang sempat tersesat, akhirnya bisa ditemukan dalam keadaan sela­mat,” ujarnya.
Dikatakan, dengan kejadian tersebut, ia berharap apabila ada rombongan yang ingin melakukan napak tilas, maka terlebih dahulu memberikan laporan perjalanan kepada pemerintah. Sehingga, apabila terjadi hal yang tidak diinginkan, seperti kejadian ter­sesat­nya Ketua DPRD tersebut, bisa diminimalisir.
“Agar kejadian serupa tidak terjadi lagi, kami berhartap ma­syarakat yang ingin melakukan napak tilas, agar melaporkan perjalanan. Sehingga, kejadian yang tidak terduga, perti tersesat, hilang, bisa diminimalisir sekecil mungkin,” ungkapnya.
Tidak Buat Sensasi
Ketua DPRD Kabupeten Solok Syafri Datuk Siri Marajo, mengaku tidak  memiliki motif politik apapun, terkait napak tilas yang dilaku­kannya dari Jorong Ujung Gadang, Nagari Koto Sani, Keca­matan Sepuluh Koto Singkarak, Kabupaten Solok menuju Kota Padang.
“Meskipun saya mencalon seba­gai caleg DPRD Sumbar pada pemilu 2014 nanti, namun demi Tuhan, saya bersama 39 orang lainnya, tidak bermaksud untuk menaikkan pamor, ataupun mem­buat sensasi. Saya dan rombongan hanya menelusuri jejak para peda­gang yang dahulu melewati Bukit Barisan menuju Kota Padang. Selain itu juga, kami hanya bermak­sud melihat tempat perkebunan kina yang pernah dibangun oleh Belanda di sekitar Bukit Barisan ini,” ujar Syafri Datuk Siri Marajo kepada Haluan, setelah sampai di posko utama sekitar pukul 14.30 WIB.
Dikatakan, penyebab tersa­sarnya dirinya bersama 20 orang rombongan lainnya, disebabkan oleh kondisi cuaca yang buruk pada saat berada di sekitar hutan belantara Bukit Barisan.
“Semua orang sudah tahu, kami kesasar selama lima hari di hutan belantara Bukit Barisan. Perlu diketahui, penyebab kami tersesat itu, bukan ada rekayasa sedikitpun. Namun, karena kondisi cuaca yang buruk pada saat berada di tengah hutan,” ungkapnya lagi.
Ditambahkan, meskipun dirinya terkurung di hutan belantara selama lima hari, namun penga­laman itu tidak membuatnya menjadi trauma. “Sedikitpun saya tidak marasa trauma, bial perlu, saya akan melakukan napak tilas lagi pada lain waktu,” katanya.
Sementara itu, Bupati Kabu­paten Solok Syamsu Rahim menga­takan, dengan kejadian ini, maka pencalonan Ketua DPRD Kabupeten Solok Syafri Datuk Siri Marajo menjadi caleg DPRD Sum­bar, akan semakin mudah. Karena, dengan kejadian ini,  Syafri Datuk Siri Marajo semakin dikenal oleh publik.
“Tidak dipungkiri, kejadian ini akan membawa berkah untuk Safri Datuk Siri Marajo menuju DPRD Sumbar. Saya yakin, Syafri Datuk Siri Marajo akan bisa meraih suara maksimal, dan duduk di DPRD Sumbar pada pemilu 2014 nanti,” terangnya. (h/wis)

s

Tidak ada komentar:

Posting Komentar