Featured Video

Rabu, 30 Oktober 2013

Balaikota Dikepung Buruh, Basuki Pergi Lewat Tangga Darurat


Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh ribuan buruh di halaman Balaikota Jakarta sejak pagi hingga sore ini membuat Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama terpaksa memarkirkan mobil dinasnya di halaman Gedung DPRD DKI Jakarta.

Bahkan, untuk bisa keluar dari kantornya menuju acara rapat koordinasi pembahasan banjir di kawasan Sentul, Jawa Barat, mantan Bupati Belitung Timur itu harus dikawal dengan beberapa lapis petugas pengamanan dalam dan kepolisian untuk ke tempat parkir mobilnya.
Ia pun memutar melalui gedung Blok G Balaikota dan turun melalui tangga darurat. Unjuk rasa yang dilakukan ribuan buruh itu menuntut Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengabulkan tuntutan mereka, yakni besaran upah minimum provinsi (UMP) Rp 3,7 juta per bulannya.
Bahkan, mereka rela menginap di Balaikota agar dapat menarik simpati Jokowi-Basuki. "Ya, enggak apa-apalah kalau mau menginap. Cuma kalau soal tuntutan Rp 3,7 juta itu enggak bisa, kita sudah jawab ke mereka," kata Basuki, Selasa (29/10/2013) di Balaikota.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo juga mengaku tidak masalah jika para buruh menginap di Balaikota. Jokowi malah menanggapinya dengan guyonan. "Nginep enggak apa-apa, asal jangan minta makan, jangan minta kasur, silakan nginep," ujar Jokowi.
Dewan Pengupahan DKI Jakarta telah menetapkan besaran kebutuhan hidup layak (KHL) melalui sidang pada 25 Oktober 2013 sebesar Rp 2.299.860. Dengan penetapan KHL, angka itu akan dibawa ke tahap selanjutnya, yakni menetapkan besaran UMP tahun 2014.
s

Tidak ada komentar:

Posting Komentar