Featured Video

Rabu, 30 Oktober 2013

Atasi Geng Motor, Polisi Bandung Gelar Razia

Petugas kepolisian saat merazia kelompok bermotor yang masih nongkrong diwaktu malam hari di jalanan Kota Bandung, tepatnya di Jalan Ir. H. Djuanda, Bandung, Rabu, (30/10/2013), dini hari. 

Polrestabes Bandung dan Polda Jabar menggelar razia dengan berpatroli dialogis menyusuri hampir seluruh ruas jalan di Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (30/10/2013) dini hari, sebagai upaya memberantas geng motor dan kriminalitas di jalanan. Sebanyak 102 personel dilibatkan. 

"Ini untuk meredam kemungkinan munculnya lagi geng motor atau kelompok motor tak jelas berkeliaran jalanan Bandung pada malam dan dini hari," kata Kepala Bagian Operasional Polrestabes Bandung Ajun Komisaris Besar Polisi Diki Budiman, sebelum razia. Selain itu, imbuh dia, operasi juga untuk mengatasi kasus pencurian kendaraan bermotor maupun pencurian dengan pemberatan maupun kekerasan.

Diki memberikan contoh kasus yang ingin diminimalisasi di Kota Bandung adalah seperti kejadian yang menimpa Julius Timothy (21), mahasiswa ITB yang dikeroyok delapan orang yang diduga geng motor dan kemudian membawa kabur Honda CBR 150 milik Julius. Hingga saat ini kasus tersebut belum terungkap.

Para personel yang turut dalam razia ini, kata Diki, diperintahkan untuk menghampiri setiap pengendara kendaraan bermotor yang terlihat berkerumun pada waktu malam. Pemeriksaan mencakup STNK, SIM, barang bawaan, dan penggeledahan badan.

"Pokoknya, yang berkelompok lebih dari dua motor di malam hari kami geledah, kami periksa barang bawaan di kendaraannya dan kami juga memeriksa barang bawaan yang di pakaiannya," tegas Diki. Bila pemeriksaan mendapatkan benda tajam, senjata api, dan benda-benda mencurigakan lainnya, Diki memastikan personelnya tak akan segan mengambil tindakan tegas.

Pantauan Kompas.com, pada Selasa (29/10/2013) pukul 23.56 WIB, personel berpencar dari Mapolrestabes Bandung untuk memulai patrolinya. "Dari 102 personel yang kami turunkan ini akan kami pecah menjadi tiga kelompok untuk berpatroli di wilayah timur, tengah, dan barat," ujarnya. 

Hasil dari razia Rabu dini hari ini, sejumlah orang yang kedapatan nongkrong telah terjaring razia. Sebagian di antara mereka bahkan harus membiarkan motornya disita polisi karena tak bisa menunjukkan STNK dan SIM.

s

Tidak ada komentar:

Posting Komentar