Featured Video

Senin, 16 Desember 2013

Elektabilitas Jokowi Mencapai 44 Persen

Elektabilitas Jokowi Mencapai  44 Persen

Elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo terus melejit meninggalkan tokoh lain yang sudah dideklarasikan sebagai calon presiden. Dalam simulasi delapan nama tokoh, elektabilitas Joko Widodo bahkan bisa mencapai angka 44,7 persen.


"Elektabilitas Jokowi dua kali lipat d afid Afianto di Jakarta, Ahad, 15 Desember 2013. Padahal, kata dia, elektabilitas Prabowo sampai kuartal kedua 2012 masih merajai tingkat elektabilitas tokoh dengan elektabilitas tertinggi. (Baca: 9 dari 10 Orang Bicara Positif Tentang Jokowi)

Dalam simulasi delapan nama, Prabowo ada di urutan kedua dengan angka 14,4 persen. Tokoh lain yang tingkat elektabilitasnya signifikan adalah Wiranto di posisi ketiga dengan angka 12,5 persen disusul oleh Aburizal Bakrie dengan angka 9,9 persen dan Megawati Soekarnoputri dengan angka 8,3 persen. (Jokowi Produk Terbaik PDIP?)

Cyrus mengadakan survei sebanyak empat kali sejak Agustus 2013 hingga November 2013. Total jumlah responden sebanyak 1.020 orang, tersebar di 204 desa di 33 provinsi di Indonesia. Wawancara dilakukan dengan sistem tatap muka. Cyrus mengklaim, surveinya dibuat atas biaya sendiri. (Gaya Ndeso Jokowi)

Dalam pertanyaan terbuka, nama Jokowi tetap ada tingkat teratas yakni dengan angka 28,2 persen disusul Prabowo Subianto dan Aburizal Bakrie dengan angka masing-masing 11,7 persen dan 10,4 persen. Elektabilitas Jokowi menunjukkan tren meningkat dibandingkan survei pertama pada Agustus 2013 yakni sebesar 27,1 persen. Eko mengatakan, hanya Jokowi satu-satunya tokoh yang elektabilitasnya mengalami tren kenaikan. 

Dalam simulasi 22 nama, Jokowi masih tetap berada di peringkat puncak yakni 36,5 persen. Secara keseluruhan Jokowi memiliki tingkat pengenalan mencapai angka 89,5 persen, ketersukaan hingga 79,9 persen dan tingkat keterpilihan pada angka 36,5 persen. Tokoh lain yang memiliki tingkat pengenalan di atas 80 persen antara lain Megawati Soekarnoputri, Jusuf Kalla dan Aburizal Bakrie. Namun tingkat keterkenalan tokoh ini tak sebanding dengan kesediaan publik memilih mereka.
s

Tidak ada komentar:

Posting Komentar