Featured Video

Sabtu, 20 Desember 2014

"Rencana Pembekuan PSSI Jangan Dinilai Hal Menakutkan"


Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi (kiri) dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balaikota, Senin (8/12/2014).

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, mengatakan pembentukan Tim Sembilan bertujuan merevitalisasi sistem manajemen dan kebutuhan anggaran dalam sepek bola Indonesia. Karenanya, tak perlu khawatir soal wacana pembekuan PSSI.


Hal tersebut disampaikan Menpora usai memberikan kuliah umum di Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur, Sabtu (20/12/2014). "Saya sangat optimistis tim sembilan akan bekerja secara maksimal dan sesuai target," katanya. 

Menurutnya, Tim Sembilan dibentuk untuk membentuk pengelolaan sistem manajemen dan anggaran memajukan olahraga nasional. "Saya sangat optimistis tim sembilan akan bekerja dengan baik. Sesuai tujuannya, yakni memperbaiki sistem manajemen dan keperluan anggaran untuk mewujudkan prestasi olahraga nasional," katanya. 

Nahrawi juga mengatakan bahwa tim sembilan akan merevitalisasi sistem dan penggunaan anggaran olahraga terutama sepak bola di Indonesia. "Tim Sembilan akan menggali seluruh permasalahan yang terjadi," tambahnya. 

Namun, ditanya siapa saja sosok yang masuk dalam Tim Sembilan, Imam masih enggan membeberkan. Ia berdalih, apabila identitas mereka dibocorkan akan menimbulkan permasalahan baru. 

"Kalau disebut namanya, nanti bisa dilobi dan akan memunculkan masalah baru," katanya sembari tersenyum. 

Imam juga berharap kepada seluruh pihak untuk mendukung langkah yang akan dilakukan Tim Sembilan. Hal itu, demi terwujudnya prestasi olahraga di Indonesia. 

"Keterlibatan masyarakat akan sangat penting dalam masalah olahraga di Indonesia," harapnya. 

Soal adanya pro-kontra atas kehadiran Tim Sembilan, Imam menilai hal yang biasa. "Saya berharap, niatan pembekuan PSSI selama proses revitalisasi jangan dianggap sebagai momok. Publik harus memandang tujuan ke depannya. Pembekuan itu, jangan dianggap hal yang menakutkan," tambahnya.k