Featured Video

Jumat, 13 Februari 2015

Ikan Mati Tebar Aroma Busuk di Danau Singkarak

Pu­lu­han ton ikan yang mati di ke­ramba apung milik ma­syarakat sekitar Danau Sing­karak mu­lai menebar aroma busuk. Kondisi ini terjadi hampir di setiap keramba apung yang tersebar  di Na­gari Singkarak dan Saniang Baka, Kecamatan X Koto Singkarak

Dari pantauan Ha­luan be­berapa dari warga masih ber­untung dapat menjual ikan yang terlihat akan mati atau ikan mati yang belum mene­bar aroma busuk. Mereka menjualnya melalui pedagang penjaja ikan keliling yang datang ke nagari-nagari seki­tar maupun langsung ke pasar. Hanya saja, harga jual berbagai jenis ikan seperti nila, mas itu, lebih murah ketimbang harga ikan yang segar dan tidak sakit.
“Seperti ikan nila yang biasa dijual Rp 24 ribu per­kilo, hanya dihargai Rp 8 ribu hingga 11 ribu perkilo.”ungkap Okta­vianus, salah seorang pemilik ke­ram­ba apung di nagari Saniang Ba­kar, kepada Haluan Kamis, (12/2).
Pihaknya menyebutkan, sebe­lum mati ikan  keramba apung miliknya bermunculan di permu­kaan air dan berputar-putar seperti mabuk. Selang beberapa jam kemu­dian, satu persatu ikan-ikan itu mengambang dalam kondisi mati
Oktavianus memperkirakan hal ini dipicu akibat pengaruh belerang gunung merapi yang mengakibatkan air danau singkarak tercemar. “Kecu­rigaan itu karena kondisi fisik air yang berbeda dari biasanya,” ujarnya.
Terkait itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Solok M Saleh menye­butkan, terkait matinya ikan keram­ba apung milik petani nelayan di Danau Singkarak, pihaknya telah sudah mendapat informasinya dari masyarakat setempat. Terhadap itu, M. Saleh telah meminta jajaran dinas terkait untuk segera turun ke lokasi.
M Saleh memperkirakan ada dua penyebabnya, yakni karena balerang dan karena  perubahan cuaca. ”Ke­tika kemarau, pakan ikan yang mengandung zat tertentu banyak mengendap di bawah. Dan ketika turun hujan, endapan itu naik sehing­ga membuat hewan di air menjadi mabuk,” bebernya
Sementara itu menurut Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok Setrismen,  berharap kepada dinas terkait agar segera memberikan tindakan antisipatif. Apalagi peristi­wa ini terjadi setiap tahun.  ” Seharusnya bisa diantisipasi jangan sampai terus terjadi, sehingga mem­buat petani ikan merugi,” kata Septrismen via ponselnya.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, Yosmeri yang dihubungi di Padang juga mem­prediksi matinya puluhan ton ikan di Danau Singkarak disebabkan oleh belarang. Munculnya belerang dari dasar danau, disebabkan oleh gempa tektonik yang terjadi di lempengan bumi di bawah danau.
“Kabarnya 4 hari sebelum ikan mati di Singkarak, terjadi gempa. Hal ini memang tidak bisa diatasi. Namun, untuk meminimalisir keru­gian, masyarakat harus memahami tanda-tanda alam ini,” ujarnya saat dihubungi Haluan, Kamis (12/2).
Walau pun belerang sering mun­cul di Danau Singkarak, kata Yos­meri, tidak akan mematikan ikan yang hidup liar, karena ikan bisa berpindah tempat menghindari belarang dan mencari oksigen. Namun, karena terdapat di dalam keramba, ikan tak bisa keluar meng­hindari belerang sehingga menye­babkan kematian.
Pakar perikanan dari Universitas Bung Hatta (UBH), Hafrijal Sandri juga punya pendapat senada. Ia me­ngatakan, secara alami, muncul­nya belerang di Danau Singkarak sekali 5 tahun karena danau itu berada di kawasan rentan gempa tektonik.
Hal itu diperparah dengan diku­rungnya ikan dalam keramba dengan kepadatan tinggi, sehingga menye­babkan oksigen berkurang dan ikan tak bisa lari menghindari belerang untuk mencari daerah yang ber­oksigen banyak.
Namun, Kepala Badan Pengen­dalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Sumatera Barat (Sum­bar), Asrizal Asnan, berpendapat berbeda. Kematian ikan di Danau Singkarak karena belerang menu­rutnya perlu ditinjau lebih dalam. Menurutnya, kemungkinan itu ada. Namun, yang pasti, kematian terse­but disebabkan oleh predator berna­ma Gami.
Karena terdapat predator Gami, kata Asrizal, ikan keramba tak cocok dikembangkan di Singkarak, bila dipandang dari segi habitat. Habitat ikan yang cocok di sana adalah ikan bilih yang tidak dimakan oleh preda­tor karena Danau Singkarak adalah habitat asli ikan bilih. h