Featured Video

Minggu, 30 Agustus 2015

13 Jam Jelang "Penenggelaman" Jatigede


Aliran air Sungai Cimanuk, Rabu (3/8/2011), dialihkan ke terowongan pengelak sebagai bagian pembangunan Bendungan Jatigede di Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Peresmian penggunaan terowongan pengelak ini dilakukan Menteri Pekerjaan Umum Joko Kirmanto. Bendungan Jatigede ini akan memiliki kapasitas air sebesar 980 juta meter kubik. Jika jadi, Bendungan Jatigede menjadi bendungan terbesar kedua setelah Bendungan Jatiluhur, juga di Jawa Barat.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimulyono, dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, direncanakan menghadiri penggenangan Waduk Jatigede, di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, yang akan dilaksanakan tepat pada pukul 10.00 WIB, Senin (31/8/2015).
Kepastian tersebut diungkapkan Kepala Satuan Kerja Proyek Pembangunan Waduk Jatigede, Airlangga Mardjono, Minggu (30/8/2015).
"Persiapan tidak ada masalah, semua sudah siap, baik untuk acara seremonial maupun kegiatan teknis penggenangan. Untuk teknis penggenangan, pengerjaanya dinilai relatif mudah dengan waktu yang relatif cepat," urai Airlangga.
Dia menjelaskan, penggenangan Waduk Jatigede akan diisi air dengan sumber utama Sungai Cimanuk sampai mencapai elevasi operasi atau ketinggian muka air dari permukaan air laut yang ditargetkan sesuai dengan kapasitas waduk 900 juta meter kubik.
"Untuk mencapai elevasi operasi, kami menargetkan penggenangan dalam waktu lebih kurang 500 hari hingga Maret 2016 mendatang," kata Airlangga.
Menanggapi kekhawatiran masyarakat bahwa akan terjadi kekeringan permanen persawahan di sekitar aliran Sungai Cimanuk, seperti di Indramayu, Airlangga mengatakan kekeringan tidak mungkin berlangsung selamanya.
"Sekarang memang musim kemarau. Kekeringan terjadi di mana-mana. Jadi kalau pun Sungai Cimanuk menjadi sumber utama penggenangan Waduk Jatigede, resistensinya tinggi. Sesuai inflow nanti air yang menggenangi waduk ini 1 meter kubik per detik," imbuh Airlangga.
Lebih lanjut, dia memaparkan, penggenangan waduk tahap pertama akan mencapai elevasi 204 meter selama 12 hari. Tahap kedua, dari 204-221 meter selama 48 hari. Pada penggenangan tahap awal, air akan mencapai wilayah pemukiman penduduk di Desa Jemah, Kecamatan Jatigede selama 14 hari dan Desa Cipaku, Kecamatan Darmaraja selama 50 hari.
"Demikian seterusnya akan bergulir hingga mencapai elevasi operasi sesuai kapasitas waduk," tandas Airlangga.
Pembangunan fisik Waduk Jatigede, sebagai terbesar kedua di Indonesia setelah Waduk Jatiluhur, telah direncanakan selama lebih dari 50 tahun. Gagasan pembangunan waduk ini digaungkan pertama kali oleh Presiden RI Soekarno pada tahun 1963.
Waduk ini dirancang memiliki permukaan seluas 41,22 kilometer persegi. Volume totalnya diperkirakan mencapai 980 x 106 meter kubik, sedangkan volume efektif 877 x 106 meter kubik. Sementara bendungannya didesain sepanjang 1.715 meter dengan lebar mercu bendungan 12 meter dan volume mencapai 6,7 x 106 meter kubik.
Adapun bangunan lain pendukung Waduk Jatigede adalah bangunan pelimpah, intakeirigasi untuk pengairan, terowongan pengelak untuk pembelokkan air sungai ke jaringan irigasi, dan power waterway untuk pembangkit listrik dengan kapasitas terpasang 110 megawatt.K