Featured Video

Jumat, 27 November 2015

Luar Biasa! Indonesia Juara Umum ASEAN Schools Games VII



*Chef de Mission Kontingen Indonesia, Akhyar Matra bersama Duta Besar Indonesia untuk Brunei Darussalam, Nurul Qomar berfoto bersama tim bulu tangkis Indonesia yang sukses meaih medali emas ASG 2015 di Brunei Darussalam, Kamis (26/11).


Kontingen pelajar Indonesia akhirnya memastikan diri sebagai juara umum  ASEAN Schools Games VII/2015 di Bandar Seri Begawan, Brunei yang merupakan kali pertama dalam sejarah ajang olah raga pelajar ASEAN ini.

Setelah tujuh kali penyelenggaraan ASG, posisi Indonesia tak tergoyahkan di rangking pertama perolehan medali hingga hari terakhir kejuaraan dengan mengoleksi 25 medali emas, 24 perak dan 10 perunggu.

Chef de Mission Kontingen Indonesia, Akhyar Matra mengatakan, dalam sejarah ikut serta Indonesia di ASG baru di tahun ke-7/2015 ini bisa meraih peringkat pertama. "Di tahun 2012 saat Indonesia menjadi tuan rumah ASG pun kita hanya peringkat kedua waktu itu di Kota Surabaya, sesungguhnya peringkat bukan karena faktor tuan rumah, tidak menjadi tuan rumah pun kita diberi berkah dari Allah kita bisa menjadi juara umum tanpa diduga-duga," ujar Akhyar di sela-sela menyaksikan langsung pertandingan bulu tangkis bersama Duta Besar Indonesia untuk Brunei Darussalam, Nurul Qomar.

Menurutnya, Kontingen Indonesia awalnya memang tidak ditargetkan menjadi juara umum melainkan hanya di peringkat tiga dan empat. "Mulai hari pertama hingga hari terakhir ini posisi raihan medali kita selalu di atas, ini merupakan berkah yang luar biasa dan kita harus mensyukuri itu, meskipun kita juga setiap hari harus bersyukur atas pemberian-Nya," lanjutnya.

Dubes Indonesia untuk Brunei Darussalam Nurul Qomar menyampaikan rasa bangganya terhadap para atlet Indonesia yang memasuki babak final di beberapa cabang olahraga. "Alhamdulillah kita bisa masuk final untuk beberapa nomor tentunya kita sangat bangga sebagai perwakilan Indonesia disini, semoga Indonesia bisa menjadi juara umum," katanya.

Pada lomba hari terakhir cabang olahraga Bulutangkis, skuat Indonesia berhasil mengharumkan nama bangsa dan mengumandangkan lagu Indonesia Raya melalui raihan 3 emas dan 3 perak dan 3 perunggu.

Turun di nomor single putra Ramadhani M. Zulkifli berhasil mengalahkan Leong Jun Hao asal Malaysia 21-15, 21-23, 18-15. Di nomor double putri Merisa Cindy Syahputri/Nisak P. Lestari berhasil mengalahkan Anna C. Ching/Goh Jin Wei asal Malaysia 14-21, 21-6,  21-2.

Sementara di ganda campuran Bagas Maulana/Meirisa C. Syahputri juga menjuarai pertarungan dengan pebulutangkis asal Thailand Thapong Phayoonpol/Papatsorn Eksorakul 23-21, 18-21, 21-13.

Sementara pada final cabang olahraga golf di luar dugaan justru mempersembahkan dua medali emas di nomor beregu putra dan single putra serta satu medali perak dinomor beregu putri.

Di cabang olahraga pencak silat  menyumbangkan 1 medali emas dan 3 perak, masing-masing melalui tunggal putra pesilat Paksi Ghifari Nurgana yang berhasil mengalahkan lawannya dari Laos Mino Vongphakdy dengan skor akhir (5-0), serta medali perak dari nomor perseorangan putri Zidni Rahma Amalia yang dikalahkan pesilat dari Thailand Prapapon Kancharee (0-5), di nomor perorangan putra Haryanto yang harus menerima kekalahan  dari pesilat Vietnam Le Tien Tung (1-4), dan Rizka Andini yang bernasib sama harus mengakui keunggulan pesilat dari Vietnam Nguyen Thi My Anh dengan nilai (2-3).

Peraih emas pencak silat nomor single putra Paksi Ghifari Nurgana merasa gembira dengan raihan prestasinya meski dinilainya agak berat atas sikap juri."Buat saya pribadi sebenarnya niatan saya adalah karena Allah untuk membela negara dan bangsa saya, jadi apapun yang terjadi di lapangan pasti saya terima, insyaallah saya ada yang menjaga dari orang-orang berbuat tidak baik," katanya.

"Apapun keputusan wasit dan juri dilapangan akan saya hormati, alhamdulillah di akhir saya bisa merasa bangga meskipun di awal kami sudah protes karena disini tidak ada scoring board digital dan komputerisasi karena itu telah menjadi peraturan di tahun 2013 lalu di Munas kami sangat menyayangkan hal ini," tambah Paksi.Sumber Original