Featured Video

Sabtu, 26 Desember 2015

Apa yang Harus Dilakukan Jika Mobil “Overheat”

Masyarakat yang menggunakan mobil untuk merayakan liburan Natal dan tahun baru sangat banyak. Terbukti, dibeberapa ruas jalan sudah macet karena populasi kendaraannya lebih tinggi dibanding hari biasa.

Saat jalanan macet seperti itu, mobil yang sudah berumur lebih dari lima tahun sangat rawan mengalami overheat. Ciri-cirinya, indikator temperatur mesin di meter cluster naik, karena suhu di atas normal.

Jika mengalami kondisi seperti ini, hal pertama yang harus dipastikan adalah, jangan panik! Sebab, Anda masih bisa melakukan pertolongan pertama sendiri sebelum mobil dibawa ke bengkel untuk pemeriksaan lebih mendalam.
Gatot Hirawilasa, mekanik dan juga pemilik bengkel GT 25 Auto Service di Cipayung, Jakarta Timur, ada beberapa langkah yang harus dilakukan pengemudi saat mengalami overheat. Berikut pemaparannya:
- Pertama, menepikan kendaraan ke tempat yang benar-benar aman dan tidak mengganggu aktivitas mobil lainnya. Lalu, matikan mesinnya.
- Kedua, diamkan mobil selama 15 hingga 30 menit untuk mendinginkan suhu mesin. Jika langsung membuka air radiator akan berbahaya, karena airnya masih panas dan akan membayakan diri sendiri.
- Ketiga, setelah 30 menit periksa air radiator, dan motor dinamo untuk memastikan kondisinya.
“Jika air radiator berkurang, maka isi kembali sesuai dengan batas maksimalnya. Kemudian mesinnya kembali dihidupkan,” ujar Gatot kepadaKompasOtomotif, Kamis (24/12/2015).
- Terakhir, jika kondisi temperatur suhu mesin masih tetap tinggi saat mobil mulai berjalan, maka harus segera dibawa ke bengkel, karena ada beberapa hal yang tidak bisa dibetulkan sendiri.