Featured Video

Senin, 21 Maret 2016

Dinilai Lecehkan Borobudur, Video "Red Bull" Tuai Kecaman


Dua hari belakangan netizen dan warga sekitar Candi Borobudur dibuat geram dengan tayangan video yang diduga iklan sebuah minuman energi Red Bull. Sebab, dalam video dengan setting Candi Borobudur itu terlihat adegan-adegan yang dinilai melecehkan cagar budaya dunia dan agama Buddha itu.

Penelusuran Kompas.com, video berdurasi 1 menit 23 detik itu diposting oleh akun milik Red Bull pada Kamis (17/3/2016) malam.

Iklan yang dibintangi oleh seorang pria asing nampak melakukan sejumlah adegan. Dimulai dari adegan meditasi yang diduga dilakukan di kawasan Hotel Manohara di komplek Taman Wisata Candi Borobudur.

Lalu pria itu berlari, melompat di dinding candi, berjingkrak hingga menginjak salah satu dasar stupa candi peninggalan Raja Samaratungga pada dinasti Syailendra ini.

Adegan tersebut tak ayal menuai kecaman karena dinilai tidak menghormati peninggalan nenek moyang dan melecehkan tempat ibadah agama Buddha. Pengelola sendiri sudah melarang pengunjung agar tidak memanjat apalagi menginjak stupa.

Sebagian besar netizen memberikan komentar negatif setelah melihat tayangan tersebut di laman jejaring sosial itu.  Video ini sempat ditonton lebih dari 17.000 akun sebelum kemudian hilang.

“Adegan di iklan ini sama sekali tidak menunjukkan edukasi bagi masyarakat. sebuah penghinaan pada warisan budaya dan tempat ibadah,” tulis seorang netizen, Dwi.

Nining Niluh, warga Borobudur, juga menuliskan protes kepada Red Bull melalui akun facebooknya. "Hello, Red Bull! Hello, Strangers! We know you had fun, but Please Do Respect of our Borobudur temple and the local communities. It's a holy Mandala for the devotees. You may be do not aware of how we feel care to it, we wish Borobudur continue to strong for the next thousand years a head. Please be responsible for your act!" tulis dia.

Senada dikatakan warga sekitar Candi Borobudur, Sucoro. Ia menilai video tersebut sangat tidak sopan karena dilakukan di tempat yang begitu indah dan disakralkan oleh umat Buddha.

"Ini videonya ngawur. Saya Sedih dan marah melihat Candi Borobudur diinjak-injak seenaknya untuk kepentingan semacam itu,” kata Sucoro, warga Borobudur, Magelang.

Ketua Forum Info Jagad Clegug Borobudur itu kemudian mempertanyakan sang pembuat iklan itu apakah telah melalui melalui prosedur ijin kepada Balai Konservasi Borobudur (BKB) sebelum melakukan syuting.

"Saya yakin BKB tidak bakal mengijinkan syuting atau kegiatan yang jelas berpotensi merusak candi Borobudur," kata dia.

Sucoro pun meminta agar pihak berwajib mendalami dan mengusut tuntas siapa pembuat video sekaligus mengungkap apa kepentingannya.

“Video ini menyakiti warga Borobudur, tidak pantas dipertontonkan. Harus diusut oleh pihak berwenang, apakah benar-banar syuting di Candi Borobudur atau hasil editan saja,” kata dia.

Pihak Red Bull sendiri belum memberikan keterangan resmi terkait kemunculan video tersebut.