Featured Video

Jumat, 17 Juni 2011

Guardiola yang Tetap Rendah Hati 
Meylan Fredy Ismawan - detiksport




AFP/Glyn Kirk

Barcelona - Pep Guardiola sukses mengantarkan Barcelona menjadi klub paling disegani di dunia saat ini. Meski sanjungan tak pernah berhenti mengalir kepadanya, pria 40 tahun itu memilih untuk tetap merendah.

Sejak menduduki kursi pelatih Barca pada tahun 2008, Guardiola memang sukses melambungkan timnya ke puncak kejayaan. Dalam tiga musim masa kerjanya, dia sudah memberikan sepuluh trofi untuk Azulgrana. Ini tentu catatan yang luar biasa hebat, mengingat Guardiola sebenarnya baru beberapa tahun lalu memasuki dunia kepelatihan.

Prestasi hebat itu ternyata tak membuat Guardiola besar kepala. Dia merasa bisa sukses karena memang dibantu oleh para pemain yang hebat.

"Tim ini bisa melakukan hal yang sama dengan pelatih lainnya, tapi saya tak bisa melakukan ini tanpa para pemain ini yang menakjubkan," kata Guardiola, seperti dilansir Sport.

"Saya tak melakukan hal yang berbeda dengan yang dilakukan pelatih sepakbola lainnya, apakah itu di Divisi Satu, Divisi Dua B, atau level yang lebih rendah," tambahnya.

"Saya tidak melihat diri saya lebih baik daripada yang lain. Saya cuma melakukan pekerjaan saya sebaik-baiknya dan tanpa melupakan dari mana saya berasal, jujur dengan para pemain, berusaha untuk tidak berselisih dengan siapa pun, dan menyampaikan ide saya soal sepakbola," tutur dia.
( mfi / krs )  
Meylan Fredy Ismawan - detiksport



AFP/Glyn Kirk

Barcelona - Pep Guardiola sukses mengantarkan Barcelona menjadi klub paling disegani di dunia saat ini. Meski sanjungan tak pernah berhenti mengalir kepadanya, pria 40 tahun itu memilih untuk tetap merendah.

Sejak menduduki kursi pelatih Barca pada tahun 2008, Guardiola memang sukses melambungkan timnya ke puncak kejayaan. Dalam tiga musim masa kerjanya, dia sudah memberikan sepuluh trofi untuk Azulgrana. Ini tentu catatan yang luar biasa hebat, mengingat Guardiola sebenarnya baru beberapa tahun lalu memasuki dunia kepelatihan.

Prestasi hebat itu ternyata tak membuat Guardiola besar kepala. Dia merasa bisa sukses karena memang dibantu oleh para pemain yang hebat.

"Tim ini bisa melakukan hal yang sama dengan pelatih lainnya, tapi saya tak bisa melakukan ini tanpa para pemain ini yang menakjubkan," kata Guardiola, seperti dilansir Sport.

"Saya tak melakukan hal yang berbeda dengan yang dilakukan pelatih sepakbola lainnya, apakah itu di Divisi Satu, Divisi Dua B, atau level yang lebih rendah," tambahnya.

"Saya tidak melihat diri saya lebih baik daripada yang lain. Saya cuma melakukan pekerjaan saya sebaik-baiknya dan tanpa melupakan dari mana saya berasal, jujur dengan para pemain, berusaha untuk tidak berselisih dengan siapa pun, dan menyampaikan ide saya soal sepakbola," tutur dia.

( mfi / krs ) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar