Featured Video

Jumat, 17 Juni 2011

KETIKA UCIL MONYET BAK VALENTINO ROSSI


Ditulis oleh Teguh   
Jumat, 17 Juni 2011 02:38
Sepintas, rasanya, tak ada yang bedakan manusia dengan binatang. Malah, bisa terbe­narkan juga teori Darwin yang kontroversial itu.
Lihat saja apa yang dilakukan seekor monyet yang oleh pemiliknya diberi nama Ucil sebuah nama yang mengingatkan kita nama manusia juga. Ucil, pada  Senin (13/6), di Jalan Sisi­ngamangaraja Nomor 22 Padang Timur, Kota Padang, oleh induk semangnya, Ucil mem­pera­gakan kepiawaiannya sebagai pemba­lap MotoGP.

Penampilan Si Ucil saat beratraksi seperti pembalap internasional MotoGP dari Group Yamaha, Fiat dengan nomor 46 yang ditung­gangi oleh Valentino Rossi pembalap asal Italia. Bukan hanya penampilan yang ditiru habis sama Ucil, tetapi juga lagak sang pembalap pun dapat ia lakukan.
Di jalanan itu, Ucil  menguasai jalan. Ia sendiri saja. Sesuai perintah induk semangnya, Ucil memacu motornya, tapi tiba-tiba ia terpeleset, jatuh.  Penonton pun terkesima. Lalu, Ucil bangkit. Memapah motornya. Dipacu lagi. Tak berapa lama setelah berputar, Ucil capek, lalu ia tiduran layaknya di jalan beraspal layaknya pembalap yang kelelahan, dengan kepalanya di alas tangan sebagai bantal. Saat itu, tingkah laku Ucil mirip sekali dengan manusia, paling tidak si Valentino Rossi itu.
Selain itu, entah menyindir muslim yang tak melakukan kewajibannya salat lima waktu, Ucil ternyata bisa juga melakukan gerakan salat. “Binatang aja ngerti salat, kenapa manusia ada juga tak ngerti salat ya,”  bisik salah seorang penonton.
Yang lebih mengangumkan, ternyata Ucil bisa pula memasangkan helm sendiri, main handphone, bisa menirukan life style preman yang sedang meneguk minuman keras. Nyaris, apa pun tingkah laku manusia, bisa ditiru dan dilakukannya.
Menurut induk semangnya, Beti namanya juragan Ucil itu, capaian yang dilakukan Ucil saat ini telah melalui proses panjang dan tanpa lelah melatihnya.
Ucil digembleng oleh Group Topeng Si Ucil Mas Beti dari Cirebon, Jawa  Barat. Group ini beranggotakan 5 orang. Mereka ini tampil dari satu kota ke kota lainnya. Berpindah-pindah. Ciri khas kelompok ini, jika beraksi selalu diiringi dengan bunyi gendang yang nyaring dan melengking.  Kera-kera yang sudah dilatih itu, mengikuti irama bunyi, semakin tinggi dan keras, semakin kincah pula gerakan Ucil.
“Kami melatihnya cukup lama. Dan atraksi di depan masyarakat, susah juga mengajarkannya. Membiasakannya di tempat ramai. Satu tahunan melatih dan membinanya,” kata Beti.
Beti mengatakan, penghasilan yang didapat sekali atraksi pada satu tempat sekitar Rp50 ribu-an.
“Tapi, kita akan terus lakukan atraksi di berbagai titik keramaian. Untuk Kota Padang, banyak titik tempat pertunjukan,” katanya.
Beti menjelaskan, hampir semua kota-kota besar di Indonesia ini telah mereka singgahi.
“Untuk Kota Padang, memang baru pertama kami tampil,” terangnya.
Memang, atraksi Ucil benyak mengundang pengendara untuk berhenti dan saksikan kepiawaian Ucil.
Warlis, salah warga Komplek Arai Pinang Pegambiran, Lubuk Begalung mengaku kagum dengan kelincahan dan kemahiran Ucil.
“Salut saya kepada pelatihnya. Bisa membuat seekor monyet pintar seperti manusia. Tapi bagaimana pun manusia tetap di atas binatang, bukan,” pungkas Warlis. (h/cw24)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar